Muh. Syakir : Kamis, 22 Juni 2023 13:49
Proyek jalan di Kabupaten Wajo yang diduga bermasalah.

SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Proyek rehabilitasi jalan Tobulelle-Jalang Kabupaten Wajo, menuai sorotan. Pasalnya, baru sekitar enam bulan rampung, sudah ditemukan kerusakan di sejumlah titik.

"Kita menemukan banyak masalah di proyek ini. Mulai dari soal anggaran, teknis pengerjaan sampai kualitas. Kami duga ada masalah di situ," ujar Ketua Lembaga Lidik Pro Wajo Nasir Rahim (Bang Ucok), Kamis (22/6/2023).

Bang Ucok menyebutkan, proyek ini bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan tahun 2022. Secara teknis volume pekerjaan yakni 2.975 m x 4,50 m dengan anggaran Rp10,3 miliar.

"Proyek ini dikerjakan oleh CV GHINA JAYA SULBARINDO. Proyek tersebut baru selesai pada 2023. Di mana seharusnya sesuai penganggaran selesai pada tahun 2022 lalu. Nah itu satu," terang dia.

Selanjutnya kata Bang Ucok, ada banyak ketimpangan teknis di lapangan. Salah satunya pengecoran bahu jalan yang belum selesai.

Karena itu ia dan beberapa anggota lembaga pemerhati akan melaporkan proyek ini ke Aparat Penegak Hukum karena pihaknya mencium adanya indikasi penyimpangan anggaran. Selanjutnya ia akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit dan hasilnya dilaporkan ke APH.

"Ini akan kami kawal, di mana beberapa titik pekerjaan banyak yang diindikasikan tidak sesuai dengan seharusnya. Dan banyak yang jadi temuan kami saat lakukan investigasi langsung di lokasi pekerjaan tersebut," ucap Bang Ucok.

Disebutkan dia, saat turun investigasi di lokasi juga menemukan beberapa item pekerjaan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Khususnya permukaan beton bahu jalan mengalami haus (agregat kerikil berserakan) dan bahkan ditumbuhi semak belukar.

Sehingga diduga kuat mutu seperti yang diharapkan dalam kontrak (K.250) tidak dicapai. Selanjutnya item pekerjaan drainase jalan mengalami beberapa patahan.

"Ini pun diduga kuat tidak dikerjakan sesuai spesifikasi," paparnya

Sebelumnya anggota DPRD Wajo H Mustafa yang melakukan sidak di lokasi menemukan beberapa titik yang diduga dikerjakan tidak sesuai dengan specifikasi teknis. Termasuk bahan material yang digunakan tidak merujuk pada standar mutu yang persyaratkan.