Muh. Syakir : Minggu, 09 Juli 2023 09:06
Monitoring dan evaluasi (monev) Tenaga Pendamping Gizi Desa Lokus Program Aksi Stop Stunting di Aula Bappeda Bone.

BONE, PEDOMANMEDIA - Dinas Kesehatan Pemkab Bone melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Tenaga Pendamping Gizi Desa Lokus Program Aksi Stop Stunting di Aula Bappeda Bone, Jumat (7/7/2023). Pertemuan ini membahas upaya penurunan stunting pada tiga kecamatan di Bone.

Tiga kecamatan yang menjadi Desa Lokus Aksi Stop Stunting yakni Kecamatan Tanete Riattang, Kecamatan Ajangale, dan Kecamatan Sibulue. Kepala Dinas Kesehatan Bone Andi Nurminah menyebutkan persoalan kesehatan masih banyak belum capai target.

"Permasalahan ke depan masih banyak pekerjaan rumah (PR) di bidang kesehatan, ada persoalan gizi buruk, sehingga persoalan gizi buruk harus diselesaikan demi terwujudnya generasi emas 2045," kata .

"Pemerintah provinsi dan kabupaten bertekad meningkatkan sumber daya manusia. Ini investasi terbesar menciptakan generasi sehat produktif, generasi andalan," lanjutnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Bone Ade Fariq menuturkan progres percepatan penurunan stunting kabupaten Bone terus dilakukan. Program percepatan penurunan stunting merupakan program nasional yang menjadi program.

"Dalam evaluasi beberapa waktu lalu, di Sulsel, ada 12 kabupaten naik stunting, ada juga 12 kabupaten turun stunting termasuk Bone. Tahun 2023 angka stunting Bone 26,8 persen, angka stunting kita mau turun hingga 14 persen nasional sesuai target RPJMD," kata Ade Fariq.

Oleh karena itu, Ade Fariq mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bone.

"Jadi Tolong namanya stunting, bukan miliknya Dinkes, Bappeda, BKKBN semata. Tetapi miliknya kita semua. Saya memberikan usul, untuk alat ukurnya ke depan, kita harus duduk bareng, penyuluh gizi, pendamping bkkbn, pendamping desa semuanya," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dilaksanakan juga penyerahan nutrisi gizi dan alat kerja ke desa lokus stunting.

TAG