Muh. Syakir : Jumat, 02 Oktober 2020 06:54
Ilustrasi

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah mengakui biaya swab test yang bevariasi antara Rp 400 ribu sampai Rp 790 ribu masih memberatkan masyarakat. Pemerintah tengah mengkaji agar harga ini bisa benar-benar terjangkau.

"Kita cari jalan tengahnya. Bagaimana agar tarif swab itu terjangkau. Karena penyelenggara swab test itukan masih dari swasta. Jadi tarifnya bervariasi. Sekarang sedang kita rumuskan agar bisa terjangkau untuk semua kalangan," jelas

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (1/10/2020).

Menurut Wiku, pembahasan soal tarif swab juga mempertimbangkan kepentingan penyelenggara. Masing-masing penyelenggara tes usap memiliki peralatan dan perlengkapan berbeda sehingga memunculkan harga yang variatif.

Diakui Wiku, tak bisa ditampik bahwa biaya tes harus disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan penyelenggara. Karena mereka juga mengambil keuntungan dari situ.

"Karena itulah pemerintah harus mengambil keputusan objektif. Artinya tarif nanti tak memberatkan masyarakat. Tapi juga penyelenggara tetap mendapatkan untung," katanya.

Wiku menjelaskan tarif hasil kajian nanti akan diumumkan ke publik. Tarif tersebut akan menjadi patokan yang harus diikuti semua penyelenggara swab.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo juga mengakui biaya swab test masih mahal. Ia berharap dalam waktu dekat ada formulasi yang disepakati agar tarif swab lebih terjangkau.