Muh. Syakir : Jumat, 28 Juli 2023 13:20
Ilustrasi (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Fakta baru terungkap dari kasus tewasnya seorang anggota Densus 88 Antiteror yang tertembak oleh rekannya sendiri. Pihak Densus mengungkap bahwa Bripda IMS sempat mengonsumsi minuman beralkohol sebelum insiden terjadi.

Hal ini ditegaskan Juru Bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar. Aswin menyebut Bripda IMS mengonsumsi minuman beralkohol sebelum kejadian.

"Dari fakta-fakta yang telah diperoleh penyidik, IMS memang mengonsumsi alkohol sebelum atau pada saat terjadinya peristiwa itu," kata Aswin saat dikonfirmasi, Jumat (28/7/2023).

Saat itu, lanjut Aswin, karena lalai dan senjata itu pun meletus mengenai Bripda IDF. Sementara Bripka IG tidak berada di lokasi kejadian.

"Senjata meletus saat diambil IMS dari tasnya. IG sebagai pemilik (senjata tidak berada di tempat waktu kejadian)" ungkapnya.

Kendati begitu Aswin masih belum menerangkan tujuan Bripda IMS mengeluarkan senjata milik Bripka IG. Polri tengah mendalami saksi maupun bukti terkait peristiwa tersebut.

"Penyidik sedang bekerja intensif terkait detail peristiwa ini sesuai fakta dari saksi-saksi, pengolahan TKP secara scientific dan keterangan-keterangan lain yang terkait," kata Aswin.

Sebagai informasi, insiden itu terjadi pada Minggu, (23/7/2023) sekitar pukul 01.40 WIB. Peristiwa itu terjadi di Rusun Polri, Cikeas, Bogor.

Aswin menuturkan setelah insiden tersebut, Bripda IDF langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, Bripda IDF tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada saat tiba di rumah sakit.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto. Dia mengatakan autopsi atas permintaan dari Polres Bogor.

Dari hasil autopsi, Hariyanto mengungkapkan soal ditemukannya satu luka tembak di tubuh Bripda IDF. Luka, kata dia, ada di bagian belakang telinga.

"Satu (luka tembak). Di bagian belakang telinga kanan sampai belakang telinga kiri," ungkapnya.

Dia mengatakan tak menemukan luka lain di tubuh Bripda IDF. Adapun jenazah, lanjut Hariyanto, telah dikembalikan kepada pihak keluarga.

"Tak ada (luka lain). Sudah diautopsi, sudah dibawa pulang ke Pontianak ya," ucapnya.