Senin, 28 Desember 2020 23:34

Jadwal Musda dan Polemik Plt Ketua Golkar Bulukumba di Tangan DPD I Sulsel

Plt Ketua Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin bersama Sekretaris Golkar Bulukumba, Arkam Bohari.
Plt Ketua Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin bersama Sekretaris Golkar Bulukumba, Arkam Bohari.

Musda nantinya menjadi ruang bagi seluruh kader partai pohon beringin rindang itu untuk maju bertarung. Tentu tidak terlepas dari aturan main internal partai.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Bulukumba menunggu petunjuk dari DPD I Golkar Sulsel.

Jadwalnya belum ditentukan. Hal itu disampaikan Sekretaris Golkar Bulukumba, Arkam Bohari via telepon seluler, Senin (28/12/2020)
malam.

"Kami masih menunggu petunjuk dari DPD I. Kapan penjadwalan Musda, khusus di 24 kabupaten," sebutnya.

Baca Juga

Kendati begitu, dia bilang, Musda nantinya menjadi ruang bagi seluruh kader partai pohon beringin rindang itu untuk maju bertarung. Tentu tidak terlepas dari aturan main internal partai.

"Silakan lakukan strategi hadapi Musda. Untuk saat ini, kami bersama Plt (Pelaksana tugas) melakukan konsolidasi di internal partai. Disolidkan dulu ini kepengurusan. Setelah ada perintah DPD I, kita bentuk panitia sekaligus penjadwalan Musda," pungkas Arkam.

Dia mengingatkan, untuk maju sebagai calon ketua, salah satu syaratnya yakni minimal telah mengabdi selama lima tahun di Partai Golkar.

"Apakah dia di tingkat desa, kecamatan atau kabupaten. Yang jelasnya dia tercatat sebagai pengurus," jelas dia.

Bagi yang belum memenuhi syarat lima tahun, lanjutnya, ada syarat lain jika ingin maju di Musda.

"Ada namanya diskresi. Kalau sudah ada ini, dia bersyarat untuk dipilih," lanjut Arkam menambahkan.

Soal Polemik Plt Ketua, Arkam mengaku, tunduk pada aturan partai. Surat Keputusan (SK) penunjukan Plt Ketua sebelumnya diteken oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe.

Dalam SK-nya, Taufan menunjuk Nirwan Arifuddin Paladangi menggantikan Andi Hamzah Pangki yang maju bertarung di Pilkada Bulukumba 2020.

"Yang mengeluarkan adalah DPD I. Kita tunduk, patuh dan hormat terhadap keputusan DPD I. Jadi kami sebagai kader tentu tunduk pada aturan partai. Tunduk kepada keputusan partai," tegas dia.

"Tentu DPD I. Iya kan. Kalaupun ada riak-riak dan ada yang tidak puas, tentu ada ruang yang diberikan oleh partai. Apakah dia mau menggugat, melalui mahkamah partai. Pola pemikiran inilah yang harus kita kedepankan dengan etika-etika organisasi," terang Arkam lagi.

Terpisah, Abu Thalib selaku legislator DPRD Bulukumba tidak ingin jauh berkomentar. Dia hanya bilang, sebagai kader partai Golkar, dirinya loyal dan tunduk kepada partai.

"Saya sebagai kader partai harus loyal dan tunduk kepada partai Golkar. Kehadiran saya di lembaga DPRD karena partai Golkar yang mengantar saya. Saya tidak mau dicap pengkhianat partai," singkatnya.

Penulis : Saiful
Editor : Budi Santoso
#Musda #Golkar Bulukumba
Berikan Komentar Anda