Jumat, 11 Agustus 2023 13:47

Warga Protes Tambang Milik Bupati Torut: Jalan Rusak, Banyak Jatuh Korban

Lokasi tambang milik Bupati Toraja Utara yang dikeluhkan warga karena mengotori jalan penuh lumpur dan debu
Lokasi tambang milik Bupati Toraja Utara yang dikeluhkan warga karena mengotori jalan penuh lumpur dan debu

Tambang ilegal milik Yohanis Bassang tersebut sempat dihentikan setelah disoroti masyarakat.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Aktivitas tambang golongan C milik Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang (Ombas) di Lampan, Lembang Buntu Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, dikeluhkan warga. Pasalnya, aktivitas tambang telah menyebabkan kerusakan jalan yang memicu terjadinya banyak kecelakaan lalu lintas.

Meski sudah banyak korban, tambang masih tetap beroperasi. Warga menyesalkan Bupati Yohanis yang tidak menghentikan aktivitas tersebut.

Padahal lokasinya berada tepat di areal Rumah Jabatan Bupati. Di sekitar Lampan khususnya jalan dari lokasi tambang menuju jalan poros provinsi diselimuti debu dan dipenuhi lumpur saat hujan turun.

Baca Juga

"Iya ini (tambang ilegal-red) punya bupati pak. Kasihan kami di sini sepanjang jalan kami penuh lumpur dan becek sekali karena kemarin habis hujan. Sudah banyak yang jatuh, anak sekolah kemarin di situ berapa memang yang jatuh kasihan," keluh warga setempat saat ditemui PEDOMANMEDIA, Jumat, 11 Agustus 2023.

"Kalau tidak hujan, debu yang penuh Pak. Orang yang melintas semua juga tutup mulut karena memang parah debunya banyak sekali," lanjut dia.

Warga berharap Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang tidak egois memikirkan dirinya sendiri.

"Saya kira Pak Bupati selalu bicara depan orang banyak agar punya hati, tapi dia sendiri tambangnya sudah mengganggu dan sudah banyak korban serta jalan semua kotor oleh timbunan yang jatuh dari mobil tapi tetap saja tidak peduli," ucap warga lainnya.

"Mungkin sudah dekat Pemilu jadi nekat operasikan tambang ilegalnya untuk biaya politiknya beliau (Yohanis Bassang-red). Apalagi istri dan dua anaknya maju caleg, ditambah saudara kandungnya lagi. Tambangnya ini beroperasi tapi sangat tidak berperikemanusiaan, atau sudah mati rasa mungkin," sindir warga.

Diketahui, tambang ilegal milik Yohanis Bassang tersebut sempat dihentikan setelah disoroti masyarakat. Namun kembali beroperasi dengan mengubah jalur masuk-keluarnya drump truck pengangkut material galian C.

Jalur masuk-keluarnya dump truck sekarang dialihan lewat jalan belakang.

Warga pun berharap aparat kepolisian untuk menindaki tambang ilegal tersebut.

"Semoga polisi bisa tindaklanjuti ini, jangan karena bupati yang punya sehingga polisi takut bertindak," tegas warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sebelumnya tambang galian C di Lampan, Lembang Buntu Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara terindikasi melakukan banyak pelanggaran operasional. Tambang ini diduga milik Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang.

"Iya benar di sana ada perataan tanah, kemudian tanahnya diambil orang untuk dijadikan timbunan. Namun mereka membelinya sampai puluhan ribu rupiah per mobil," kata Kepala Bidang Penataaan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Perkim LH Tan Toraja Utara, Yuliana beberapa waktu lalu.

Menurut Yuliana, dari hasil penelitian pihaknya, di sana terjadi banyak pelanggaran. Mulai dari teknis operasional penambangannya sampai dokumen.

"Ada pelanggarannya karena mengubah penataan alam. Harusnya itu ada dokumen perencanaannya bagaimana pekerjaan yang harus dilakukan," terang Yuliana.

Diakuinya, untuk saat ini pihaknya masih sulit mengambil kebijakan soal tindakan konkret di lapangan. Sebab sejauh ini belum ada perintah penertiban dari kepala dinas.

"Bukan saya yang pengambil kebijakan. Kalau ada perintah dari pak kadis untuk turun ke lapangan pasti kami turun tertibkan. Kami tunggu saja pak perintah. Apalagi yang punya kan pimpinan jadi agak susah kami ke sana," bebernya.

Sementara itu salah seorang warga di lokasi tambang mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ini telah berlangsung lama.

"Ini sudah lama berlangsung. Dulu waktu perataan tanah rumahnya yang sekarang sudah jadi rujab galian tanahnya di jual keluar. Sekarang ada lagi di sana itu galian C. Yang dijual di sana tanah sama batu gunung," katanya.

Tak hanya itu warga juga merasa resah. Pasalnya kendaraan yang mengangkut meterial merusak lingkungan sekitar.

Saat musim hujan, jalanan menjadi licin dan dipenuhi material lumpur. Dalam sehari, kendaraan yang keluar masuk sangat aktif.

"Di sini pada saat musim hujan becek sekali karena kendaraan keluar masuk. Kemudian tanahnya sebagian jatuh dan membahayakan pengendara serta pengguna jalan," bebernya.

 

 

Penulis : Nober Salamba - Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Tambang Ilegal #Bupati Torut Yohanis Bassang #Lampan
Berikan Komentar Anda