Juandy Tandean Ramaikan Bursa Calon Ketua Golkar Bulukumba
Juandy siap maju di Musda Golkar mendatang. Meski begitu, Juandy mengaku masih menunggu support dari pengurus DPD II, simpatisan kader dan seluruh senior-senior Partai Golkar.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Juandy Tandean bakal meramaikan bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Bulukumba di musda mendatang. Juanda adalah caleg beringin peraih suara terbanyak di Pileg 2019.
Keputusannya untuk maju di musda tergolong mengejutkan. Pasalnya, selama setahun lebih, JT akronim Juandy Tandean, benar-benar fokus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ditanya alasannya maju, politisi berlatar pengusaha yang dikenal mempopulerkan visi "lawan kemiskinan" ini, mengaku semata-mata demi kejayaan Partai Golkar di masa depan.
"Kalau memang diamanahkan memimpin Golkar, kenapa tidak? Artinya kita akan berdayakan semua potensi yang ada," kata Juandy kepada Wartawan, Rabu (30/12/2020).
Baginya, musda merupakan momentum menyatukan visi. Sekaligus komitmen untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di legislatif.
"Visi dua langkah ke depan. Golkar ini harus kembali jaya di Bulukumba. Minimal ketua DPRD kembali ke Golkar untuk 2024. Kalau bisa kita juga target di Pilkada nanti, Golkar sudah menang" tegasnya.
Pria kelahiran 1990 itu menyebut, saat ini dirinya intens membangun komunikasi dengan pengurus DPD II Golkar Bulukumba.
"Ya kita bangun komunikasi, sambil meminta doa restu. Artinya, terpilih atau tidak terpilih sebagai ketua, kita siap membesarkan Partai Golkar selaku kader yang loyal ke Golkar," kata Juandy.
"Selaku kader yang loyal ke partai, mau tidak mau kita berpikir untuk kemajuan partai. Tapi secara pribadi, jika memang amanah itu ke saya kk, minimal kita kerja Golkar berikutnya harus 7 kursi di DPRD," tambahnya.
Meski begitu, Juandy mengaku masih menunggu support dari pengurus DPD II, simpatisan kader dan seluruh senior-senior Partai Golkar Bulukumba.
"Kita ini termasuk kader baru di Golkar. Ndak mungkin juga kita maju seorang diri tanpa ada dorongan dari teman-teman di Golkar," katanya.
Secara administrasi, lanjutnya, dirinya baru berapa tahun bergabung di Golkar. Tapi menurutnya, ada namanya diskresi dari ketua umum Golkar untuk memenuhi syarat maju di Musda.
"Karena diskresi hanya bisa dikeluarkan oleh ketua umum. Tapi saya masih menunggu teman-teman yang lain memberikan support. Saya rasa kalau diskresi kan haruski berjuang ke pusat," terangnya menambahkan.
Sebelumnya, sekretaris DPD II Partai Golkar Bulukumba, Arkam Bohari menegaskan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari DPD I Partai Golkar Sulsel terkait pelaksanaan musda.
Arkam Bohari menanggapi santernya sejumlah lolitisi partai berlambang beringin rindang, yang disebut-sebut bakal maju bertarung pada musda mendatang.
"Silakan lakukan strategi hadapi musda. Yang jelasnya kami masih menunggu petunjuk dari DPD I, kapan penjadwalan musda, khusus di 24 kabupaten," katanya.
"Untuk saat ini, kami bersama Plt (Pelaksana tugas) melakukan konsolidasi di internal partai. Disolidkan dulu ini kepengurusan. Setelah ada perintah DPD I, kita bentuk panitia sekaligus penjadwalan Musda," tambah Arkam Bohari.
Ia mengurai, kalau ada kader-kader partai Golkar Bulukumba yang sudah mempersiapkan diri maju di Musda, itu ruangnya terbuka. Hanya saja kata dia, ruang itu tetap mengacu pada aturan partai.
"Untuk kader-kader yang sudah mempersiapkan diri maju. Itu silakan saja. Mereka punya hak dipilih. Jadi kita membuka secara lebar, tetapi dengan ketentuan mengacu pada aturan tata tertib," jelasnya.
Salah satu syarat minimal kata dia adalah lima tahun mengabdi. Apakaj di tingkat desa, kecamatan atau kabupaten.
"Yang jelasnya dia tercatat sebagai pengurus," jelas Arkam menambahkan.
Bagi yang belum memenuhi syarat lima tahun, lanjutnya, ada syarat lain jika ingin maju di Musda.
"Ada namanya diskresi. Kalau sudah ada ini, dia bersyarat untuk dipilih," jelas Arkam.
