Muh. Syakir : Senin, 21 Agustus 2023 11:03

MAROS, PEDOMANMEDIA - Bupati Maros, Chaidir Syam memberikan peringatan kepada OPD yang tak mampu memaksimalkan penyerapan anggaran Dana Alokasi Khsusus hingga akhir tahun ini.

"Itu adalah kontrak kinerja mereka, jadi ketika tidak tercapai, maka tugas kita melakukan evaluasi dan dari situ bisa saja ada pengurangan anggaran untuk periode selanjutnya, bukan hanya anggarannya, namun pelaksanannya tentu akan dievaluasi," ujarnya, Senin (21/8/2023).

Mantan Ketua DPRD Maros itu menyebutkan, hingga saat ini penyerapan anggaran tiap OPD rata-rata sudah berada di atas 50 persen.

"Mudah-mudahan sampai akhir tahun seluruh program dan kegiatan bisa diselesaikan," katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin menyebutkan tiga OPD dengan penyerapan anggaran tertinggi yakni Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Dispapora), Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (PMD) serta Dinas Sosial.

"Tiga yang tertinggi penyerapannya yakni Dispapora 68 persen, Dinas PMD 69 persen dan Dinas sosial 65 persen," ujarnya.

Mantan Kadis DLH ini menambahkan ada beberapa OPD pula yang penyerapan anggarannya di bawah 50 persen.

Hal ini dikarenakan, sebagian besar programnya bersifat kontraktual.

Selain itu ada pula OPD yang menunggu petunjuk teknis dari pusat untuk pelaksanaan program dan kegiatannya.

"Ada yang dj bawah 50 persen, tapi itu yang bersifat kontraktual, nanti terealisasi anggarannya di bulan September sampai dengan Desember, contoh dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan," sebutnya.

Meski demikian, Andi Davied optimis penyerapan anggaran dapat dimaksimalkan hingga akhir tahun mendatang.

Ia juga menyebut, Kabupaten Maros cukup baik terkait penyerapan anggaran.

"Gaji 13 dan 14 dibayar, maka indikatornya itu penyerapannya cukup baik. Selama ini Maros ini tidak pernah dibawah 90 persen penyerapan anggarannya," tutupnya.