MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pedagang Pasar Pabaengbaeng mengeluhkan saluran air di kompleks pasar tersebut yang mampet sejak bertahun-tahun. Pedagang menyebut, banyak pengunjung enggan masuk akibat kondisi pasar yang jorok.
"Yang mau saya bilang ini semua perlu pembaharuan. Coba lihat ini kalau tidak ada pemerintah yang turun tangan tidak bakalan ada. Karena sekarang sistemnya kita di sini siapa kau siapa saya. Yang bergerak untuk mengerjakan itu saja yang di depannya," keluh seorang pedagang, Saripah, Rabu (27/9/2023).
Banyaknya sampah yang menumpuk di selokan membuat saluran pembuangan tersumbat. Tak hanya mampet, bau busuk juga tercium di mana-mana.
Sampah-sampah plastik tampak berserakan di berbagai tempat. Belum lagi, sedimen saluran air yang kata Saripah tak pernah dikeruk sejak bertahun-tahun.
"Kalau misalnya tidak ada bantuan kayak saluran dari pemerintah, nsa usahlah berupa dana. Bisa saja menyuruh orang untuk menghadap kepala pasar agar memantau para penjual, untuk membersihkan saluran agar bersih," kata Saripah.
Dikatakan Saripah, kondisi pasar yang jorok, juga jadi penyebab pembeli sepi. Saat ini kata dia, pasar sepi pengunjung. Banyak pengunjung enggan masuk karena jijik.
"Pembeli juga kayak jijik masuk, atau bagaimana lihat itu, otomatis sepi pembeli karena begitu dan jarang orang masuk," ucapnya.
Bahtiar Sidak Pasar
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, ditemani Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi, berkunjung ke Pasar Pabaengbaeng dan Pasar Terong, Rabu (27/9/2023). Kunjungan ini untuk mengecek harga pangan yang mulai merangkak naik.
Di dua pasar induk Makassar ini, Bahtiar mengunjungi lapak-lapak pangan. Ia juga berdialog langsung dengan pedagang mengenai stok dan stabilisasi harga.
Dari kunjungan ini didapati beberapa komoditas mulai naik. Namun secara umum kata Bahtiar, harga masih terbilang stabil.
"Masih terkendali. Secara umum harga stabil meski ada kenaikan sedikit pada beberapa komoditas pangan," jelasnya.
Kenaikan terjadi pada bahan pangan seperti telur, beras dan gula pasir. Sementara bawang merah, bawang putih dan sayur sayuran, relatif masih normal.
"Kenaikan yang ada sekarang masih terkendali. Saya kira tidak sampai menimbulkan gejolak. Masyarakat tak perlu panik karena kita akan terus pantai kondisi di pasaran," terang Bahtiar.
Menurutnya, yang perlu dijaga adalah stok pangan. Jangan sampai ada kelangkaan.
"Yang bisa memicu kelangkaan adalah penimbunan. Tapi itu sudah kita antisipasi. Kita juga ingatkan distributor agar tak menimbun," ujarnya.
Bahtiar mengaku telah meminta seluruh leading sektor agar memantau perkembangan harga pangan di pasar pasar rakyat. Jika terjadi kenaikan yang di atas rata rata, Pemprov telah menyiapkan langkah operasi pasar.
"Jangan sampai ada gejolak harga. Karena itu yang akan mendorong naiknya inflasi," tandas Bahtiar.
Sementara itu, para pedagang mengaku senang dengan kehadiran Pj Gubernur memantau harga. Menurut mereka, saat ini harga pangan memang sedang labil.
"Kadang tiba tiba naik. Tapi saya merasa senang dengan kunjungan beliau, apa lagi tadi pas beliau singgah dilapak saya saya sempat berbincang-bincang dengan beliau, beliau menanyakan harga jual saat ini dan asal pangan yang saya jual," kata salah seorang penjual.
Ia berharap agar PJ Gubernur Sulsel lebih sering berkunjung ke pasar-pasar.
"Saya berharap agar kunjungan seperti ini sering-sering terjadi agar pemerintah mengetahui kondisi di dalam pasar," harapnya.