Sabtu, 02 Januari 2021 08:41

Reza, Korban Salah Tangkap Polisi, Divonis di PN Gowa, Bebas di PT Makassar

Korban Reza bersama Penasehat Hukum Adyatma dan Suwandy.
Korban Reza bersama Penasehat Hukum Adyatma dan Suwandy.

Penasehat Hukum Reza, Adyatma Abdullah mengatakan bahwa sejak pemeriksan di PN Gowa, pihaknya yakin terdakwa tidak terbukti bersalah karena tidak ada bukti yang membuktikan kalau kedua terdakwa adalah pelaku sehingga atas permintaan terdakwa langsung mengajukan banding atas putusan PN tersebut.

GOWA, PEDOMANMEDIA - Muh Reza bin Solihin warga Kecamatan Somba Opu Gowa menjadi korban salah tangkap polisi. Ia pun divonis di PN Sungguminasa dan akhirnya menang di Pengadilan Tinggi (PT) Makassar.

Reza menceritakan, sebelum masuk ke persidangan, ia ditangkap oleh aparat di rumahnya dan keesokan harinya ditetapkan jadi tersangka dalam tuduhan pencurian dengan kekerasan/begal.

Reza dikenakan pasal 365 ayat 1 ke 1 dan ke 2 KUHP. Dimana, ia menjalani penahanan kurang lebih 8 bulan mulai dari tingkatan penyidikan hingga pemeriksaan di Pengadilan Negeri Gowa.

Baca Juga

Selanjutnya, penuntut umum menuntut 2 tahun 6 bulan dan divonis oleh majelis hakim PN Sungguminasa 2 tahun 6 bulan.

Atas putusan tersebut, Reza dan kuasa hukumnya mengajukan banding dan di putus bebas oleh PT Makassar dan atas putusan PT tersebut penuntut umum mengajukan kasasi dan permohonan kasasi penuntut umum ditolak oleh Hakim pemeriksa kasasi di Mahkamah agung dengan nomor putusan 779 K/Pid/2019.

"Selama menjalani proses hukum tersebut, kami merasa tertekan, malu, keluarga juga semua sedih dan malu, bahkan sebelumnya kami mengalami intimidasi sebelum didampingi penasehat hukum," katanya dengan nada sedih.

Intimidasi berupa pemaksaan dengan kekerasan untuk mengakui perbuatan yg tidak kami lakukan.

"Alhamdulillah dengan bantuan penasehat hukum kami dapat memperoleh keadilan walaupun sebelumnya kami sudah pasrah akan dikriminalisasi," katanya.

"Dan semoga kasus yang saya alami jadi contoh terakhir agar ke depan tidak terjadi lagi. Kami juga berharap agar nama baik kami dipulihkan karena sebelumnya juga selama menjalani proses hukum tersebut kami sudah di cap dan Terekspose di media sosial kami adalah pelaku tindak pidana. Dan kemungkinan kami juga akan koordinasikan ke PH upaya apa yang akan kami lakukan selanjutnya," pungkasnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Reza, Adyatma Abdullah mengatakan bahwa sejak pemeriksan di PN Gowa, pihaknya yakin terdakwa tidak terbukti bersalah karena tidak ada bukti yang membuktikan kalau kedua terdakwa adalah pelaku sehingga atas permintaan terdakwa langsung mengajukan banding atas putusan PN tersebut.

Adapun alasan penasehat hukum mengajukan banding karena yakin terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana dengan didasarkan pembuktian di persidangan.

"Dimana tidak ada satupun bukti, baik bukti saksi, surat maupun petunjuk yang menunjukkan bahwa terdakwa adalah bersalah. Sehingga dengan adanya putusan banding yg membatalkan putusan PN Gowa sebelumnya dan kemudian dikuatkan dengan putusan kasasi tersebut memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi diri Reza dan Rikardi," jelasnya.

Selain itu hal demikian juga membuktikan bahwa mereka berdua adalah korban salah tangkap.

"Harapannya kedepan penegak hukum dapat lebih berhati-hati dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dan terdakwa karena implikasinya sangat banyak. Bagi diri terdakwa semasa menjalani penahanan harus kehilangan kebebasan," jelasnya.

Penasehat hukum Y Suwandy Mardan S berpendapat bahwa dengan adanya putusan kasasi ini yang intinya menolak permohonan kasasi dari Penuntut umum maka putusan bebas atas diri Terdakwa menjadi Inkrah.

"Atas hal tersebut menurut UU ke depan klien kami dapat melakukan upaya praperadilan untuk rehabilitasi nama baik dan atau bisa juga mengajukan Permohonan ganti rugi atas Penahanan yang selama ini dialami oleh klien kami, selain itu klien kami juga dapat mengajukan aduan ke beberapa instansi salahsatunya adalah ke Propam Polri dan ke Komnas HAM," pungkasnya.

Editor : Jusrianto
#Pengadilan Gowa #Reza Korban salah tangkap #Polres Gowa
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer