Muh. Syakir : Rabu, 11 Oktober 2023 13:17
Material proyek drainase dj Bittuang Tator yang diduga dioplos.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Masyarakat menyoroti proyek drainase di Lembang Le'tek, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. Material proyek ini diduga 'oplosan', di mana pasirnya bercampur dengan tanah.

"Proyek ini tidak akan tahan lama karena pasirnya saja bercampur dengan tanah. Bagaimana mau bagus kualitasnya," kata Asfin, warga Bittuang sambil memperlihatkan tumpukan material di lokasi proyek, Rabu (11/10/2023).

Proyek drainase Bittuang dikerjakan oleh CV Bintang Turatea. Nilainya mencapai Rp448 juta.

Menurut Asfin, proyek tersebut kurang pengawasan. Akibatnya, pelaksana seenaknya menggunakan material yang tidak memenuhi standar.

"Harusnya itu materialnya diawasi. Karena sekarang banyak material oplosan. Pasir dicampur tanah. Bagaimana proyek bisa dinikmati masyarakat kalau material seperti ini. Bisa-bisa belum diresmikan sudah roboh," katanya.

"Besar harapan kita agar proyek ini di awasi betul dari dinas PU supaya kualitasnya bagus," imbuh Asfin.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tator Yakop Tifa yang dikonfirmasi mengaku akan mengecek ke lapangan. Menurutnya belum bisa dipastikan apakah benar benar menggunakan material oplosan atau tidak.

"Foto material ini belum dapat kita simpulkan dipakai untuk apa. Apakah untuk beton atau timbunan. Kita harus klarifikasi ke kontraktornya melalui PPK dan konsultan pengawasnya. Kami berharap seluruh kontrator menggunakan material yang sesuai dengan standard spesifikasi yang berlaku," ungkapnya.

Yakop meminta agar dugaan itu dikonfirmasi ke kontraktornya.

"Proyek tersebut dikerjakan oleh pong Wala atau yang akrab disapa Papa Willy. Silakan konfirmasi sama Pong Wala atau Papa Wlly karena beliau yang kerjakan," kata Yakop.

Kontraktor Mencak-mencak

Sementara itu pimpinan kontraktor, Pong Wala yang dihubungi via telepon mencak-mencak. Ia mengaku tak suka proyeknya diganggu.

"Siapa ini kenapa telepon-telepon. Saya tidak suka ya ditelepon wartawan dan diperas wartawan. Jangan telepon lagi ya saya malas di telepon. Dan jangan main-main proyek saya. Sampaikan sama Pak Kadis. Saya juga malas main-main proyek. Sebentar saya telepon Pak Kadis saya marahi dia," kata Wala dengan nada emosi.

TAG

BERITA TERKAIT