MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Prof Ridwan Amiruddin, profesor asal Sulsel menyebut serangan gelombang Corona di dataran Asia mulai turun sejak November. Indonesia sendiri justru tengah memuncak.
"Di kawasan Eropa sudah masuk serangan gelombang kedua dengan varian baru. Di Asia masuk gelombang pertama menurun, tetapi Indonesia masih mengalami peningkatan," kata Prof Ridwan yang juga Ketua Tim Konsultan Covid-19 Sulsel, Minggu (3/1/2021).
Indonesia menurut Prof Ridwan masih pada serangan gelombang pertama. Eropa sendiri tengah berjibaku menghadapi gelombang kedua Corona dan munculnya varian baru di berbagai negara.
Ia tak memprediksi kapan gelombang pertama akan menurun. Indonesia kata Prof Ridwan harus mengantisipasi agar varian varian baru Corona bisa dicegah.
Di China kasus pertama varian baru virus Corona dua hari lalu. Virus ini merambah China sehari setelah ditemukan menjangkiti beberapa warga AS.
Dilansir AFP, Kamis (31/12/2020) strain baru, yang menurut para ahli berpotensi menyebar lebih cepat daripada varian aslinya, telah mendorong pembatasan perjalanan di Inggris oleh lebih dari 50 negara - termasuk China, tempat virus Corona pertama kali muncul akhir tahun lalu.
China menangguhkan penerbangan langsung ke dan dari Inggris tanpa batas waktu pada 24 Desember karena varian baru ini.
Prof Ridwan mengungkapkan meski Indonesia sedang memuncak, Sulsel secara khusus mencatat kemajuan penanganan yang menggembirakan.
Positivity rate Covid-19 Indonesia berada di angka 20 persen. Sementara Sulsel di angka 15 hingga 17 persen.
Menurutnya, program Duta Covid-19 memberikan kontribusi dalam mengurangi jumlah orang dirawat di rumah sakit. Bahkan, Ini juga menekan jumlah kematian pasien Covid-19, karena angka tertinggi kematian pasien Covid-19 di Sulsel 2,5 persen.
"Pada saat provinsi lain kematiannya 7 persen. Sulsel 1,9 persen. Jadi luar biasa kontribusi Duta Covid-19 terhadap menekan pasien masuk ke rumah sakit. Jadi yang masuk ke rumah sakit memang adalah yang bergejala berat dan kritis," paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa angka testing Covid-19 di Sulsel di atas direkomendasikan WHO. Namun, perlunya tracing contact dilakukan lebih luas dan besar lagi.
"Kita bisa lihat, bagaimana Singapura mengontrol kasus barunya adalah dengan semua tracing contact dan strain baru itu semua orang kontaknya dia tracing. Sehingga tidak terjadi kasus baru dan varian baru tersebut. Ini juga kita di Sulsel kita membuat terobosan baru dipenguatan tracing kita," harap Prof Ridwan.
BERITA TERKAIT
-
Corona RI Hari ini: DKI Tertinggi, Sulsel Pernah 0 Kasus, Kini Melejit Lagi
-
Waspada! WHO Nyatakan B.1.1.529 Varian Baru Corona Mengkhawatirkan
-
Termasuk Sulsel, 15 Provinsi Catat Nol Kematian Akibat Corona Hari ini
-
Muncul Varian Mu, Luhut Ungkap Kondisi RI Jika Ada Gelombang 3 Corona
-
WHO Ingatkan akan Muncul Varian Baru Corona Serang Eropa