Hajar Murid Pakai Balok, Guru di Bulukumba Diamankan
Atas nama institusi, ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan orang tua korban.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Seorang guru di SDN 100 Centre Kajang, Kabupaten Bulukumba berinisial UM dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap muridnya, RNF (12). Korban yang duduk di kelas 6 masih menjalani perawatan medis.
"Hingga kini masih dirawat di Puskesmas," kata salah satu kerabat RNF, Asdar Sakka ketika dikonfirmasi PEDOMANMEDIA, Sabtu (18/11/2023).
Asdar menjelaskan peristiwa ini telah dilaporkan oleh tante korban ke Polres Bulukumba, Jumat kemarin. Ia juga menceritakan bahwa kejadian tersebut, berawal dari hal-hal sepele pagi kemarin sekira pukul 09.00 Wita, saat jam istirahat di sekolah.
"Pada awalnya korban RNF sedang makan di dalam kelas, kemudian ia dipanggil oleh salah seorang siswa yang duduk di kelas 5 berinisi Hf yang juga merupakan anak dari guru yang menjadi terlapor. Nah setelah itu, korban menemui oknum guru UM tersebut," urainya.
Pada saat itu, kata Asdar lagi, korban RNF dituduh oleh anak oknum guru terduga pelaku melempar kertas padanya. Namun RNF tidak mengakuinya, karena menurutnya bukan dia yang melakukannya.
"Nah pada saat itu, guru terduga pelaku melakukan pembicaraan pada korban. Setelah itu korban ditampar namun berhasil menghindar. Mungkin karena jengkel, oknum guru itu kemudian mengambil balok kemudian memukul kepala bagian kanan korban," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Bulukumba Iptu H Marala membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Laporan itu, langsung diadukan ke Polres Bulukumba.
"Iya benar kemarin laporannya. Yang melapor adalah tantenya. Pelapor juga sudah diambil keterangannya," ujarnya.
Sementara terlapor, lanjut polisi berpangkat dua balok itu, juga telah diamankan di Mapolsek Kajang, pada Jumat malam (17/11/2023). Itu katanya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Personel Polsek Kajang langsung bergerak cepat mengamankan terlapor, malam tadi. Hari ini akan dibawa ke Mapolres Bulukumba untuk diamankan," katanya.
"Untuk proses penyelidikan, terlapor akan segera diperiksa," sambung Iptu Marala.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Andi Buyung Saputra mengaku menyesalkan kejadian ini. Atas nama institusi, ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan orang tua korban.
"Kasus ini sudah ditangani pihak berwajib, namun Satgas penanganan masalah Dinas Pendidikan juga tetap memantau dan berkordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk pendampingan korban," katanya.
"Kita tunggu saja proses hukum, namun ini hendaknya dijadikan pengalaman agar tidak terjadi lagi kasus kekerasan di satuan pendidikan," sambung Andi Buyung Saputra.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
