Muh. Syakir : Kamis, 23 November 2023 08:38
Pj Bupati Bahri saat menggelar pertemuan dengan ratusan kader posyandu.

MUBAR, PEDOMANMEDIA - Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Bahri mengungkapkan akan menambah insentif kader posyandu. Rencana itu mulai diberlakukan pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Bahri mengatakan tambahan insentif bagi kader posyandu tersebut akan diporsikan dari dana bantuan keuangan khusus (BKK) yang diberikan kepada pemerintah desa sebanyak Rp100 juta pertahun.

"Kita akan naikkan insentif kader posyandu. Sumber dananya dari BKK. Dari total Rp100 juta kader posyandu saya kasih 15 persen," ujar Bahri saat menggelar pertemuan dengan ratusan kader posyandu yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Wuna, Kecamatan Barangka, Rabu (22/11/2023).

Bahri mengaku rencana menaikkan insentif kader posyandu itu didasarkan pada andil kader posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat.

"Kader posyandu ini merupakan garda terdepan yang menangani kesehatan ibu dan anak (KIA), remaja, lansia dan posbindu. Mereka ini garda terdepan. Kalau kita bicara penanganan stunting kesehatan ibu dan anak, itu dilihat pertama adalah pendampingan terhadap keluarga yang beresiko stunting. Yang mengetahui keluarga beresiko stunting adalah kader posyandu KIA," ucapnya.

Menurut Bahri penderita stunting di Mubar sebanyak 201 orang. Karena itu pihaknya berkeinginan agar penanganannya sampai nol stunting.

Kata dia, untuk mewujudkan hasil demikian diperlukan kerjasama yang baik.

"Kalau kita menargetkan nol kita harus intervensi dari remaja, menikah, hamil, dan melahirkan. Maka garda terdepan ini kader posyandu. Kader ini kita perlu juga ketika dia berkinerja kita memikirkan penghasilan mereka seperti apa. Karena dia meluangkan waktu untuk mendampingi remaja, pasangan usia subur, dan melahirkan," tuturnya.

Bahri menambahkan untuk tambahan insentif kader posyandu yang ada di kelurahan akan dialokasikan melalui dana kelurahan.

"Untuk kelurahan saya anggarkan sendiri di kelurahan nanti. Kelurahan kan ada dana kelurahan sebagian kita gunakan untuk pemberian insentif kader posyandu," tutupnya.

Untuk diketahui ratusan kader posyandu yang hadir pada pertemuan itu berasal dari enam puskesmas yang ada di empat kecamatan. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Saweregadi, Barangka, Lawa dan Kecamatan Wadaga.