Senin, 27 November 2023 11:05

Pembahasan APBD Gowa Alot, Fraksi PPP Lakukan Aksi Walk Out

Rapat pembahasan APBD Gowa yang berjalan alot sejak pekan lalu.
Rapat pembahasan APBD Gowa yang berjalan alot sejak pekan lalu.

Dari empat orang anggota banggar dari Fraksi PPP, hanya satu orang utusan yang biasa hadir.

GOWA, PEDOMANMEDIA - Rapat Badan Anggaran DPRD Gowa yang membahas APBD 2024 berlangsung alot. Hari Jumat lalu, rapat diskors tanpa batas waktu karena sejumlah legislator Fraksi PPP melakukan aksi walk out.

Sejak dibuka Ketua Banggar Andi Tenri Indah, Senin (21/11), proses pembahasan draf APBD 2024 sudah diwarnai banyak interupsi. Jumat Siang (24/11), rapat banggar di skorsing dengan jeda waktu yang tidak ditentukan.

Hal ini disebabkan semua angggota banggar tidak sepakat dengan usulan pihak RSUD Syech Yusuf yang dianggap kinerjanya masih di bawah standar. Beberapa pertanyaan anggota banggar belum menemukan titik temu sehingga rapat ditutup tanpa kesepakatan.

Baca Juga

Selama empat hari tersebut, sebanyak empat orang politisi PPP termasuk Ketua DPRD Gowa tidak pernah hadir dalam rapat banggar. Bahkan, Muhammad Ramli Sidiq Daeng Rewa Ketua Komisi I yang juga masuk sebagai anggota banggar absen.

Lewat ponselnya, M Ramli Rewa yang kini masih maju sebagai Caleg PPP di Dapil VII menyatakan dirinya sejak awal sudah menyatakan sikap memilih tidak hadir (walk out).

"Draf usulan APBD 2024 yang diusulkan pihak eksekutif masih jauh dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati. Khususnya bidang kesehatan dan pendidikan," urai M Ramli Rewa.

Ditambahkan, sebenarnya usulan pihak eksekutif sudah rampung sebelum masuk sidang banggar. Proses di rapat internal antar pimpinan sudah harus selesai.

"Namun usulan kami diabaikan sehingga kami memilih untuk tidak aktif," tambahnya.

Di antara beberapa hal yang disoroti PPP yakni persoalan pelayanan kesehatan, komitmen untuk peningkatan mutu layanan dan penulasan uang jasa bagi tim medis, serta sengkarut soal penyelesaian salah satu sekolah di Kecamatan Barombong belum diperhatikan. Terakhir kaya dia, soal penyerapan hasil reses 45 anggota DPRD juga belum sepenuhnya di akomodir.

"Sehingga kami menyimpulkan draf APBD 2024 masih jauh dari harapan masyarakat Gowa," kuncinya.

Dari empat orang anggota banggar dari Fraksi PPP, hanya satu orang utusan yang biasa hadir yakni H. Dahlan Tawang.

"Beliau jelas sudah bebas dari tekanan partai soalnya dirinya tidak lagi maju sebagai calon legislatif sehingga agak bebas dari instruksi partai terkait sikap PPP untuk Walk Out dalam penyusunan anggaran APBD Gowa," ungkap salah satu anggota DPRD Gowa.

Namun, sebuah informasi didapatkan PEDOMANMEDIA terkait perubahan sikap Fraksi PPP di DPRD Gowa.

"Fraksi PPP paling dikenal sebagai salah satu mitra strategis dan selalu harmonis dengan Pemkab Gowa, perubahan sikap ini mungkin didasari atas kejadian di puncak hari Jadi Gowa kemarin," urai salah seorang sumber.

Dikatakannya, saat Perayaan Hari Jadi Gowa ke-703 tahun ketika penampilan drama tari muncul di depan panggung utama, beberapa tokoh utama diundang termasuk Penjabat Gubernur, Forkopinda Sulsel maju ke depan sebagai wujud penghormatan bagi para tetamu. Namun salah satu tokoh utama PPP namanya tidak disebutkan. Padahal kapasitasnya merupakan perwujudan tokoh Nasional.

"Kejadian ini kemungkinan disebabkan karena rivalitas beberapa elite Gowa menuju Pilkada mendatang," ungkapnya.

Editor : Muh. Syakir
#Dprd gowa
Berikan Komentar Anda