Muh. Syakir : Jumat, 29 Desember 2023 17:47
Pj Sekprov Sulsel Andi Muhammad Arsjad memberi keterangan soal program pangan desa.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Muhammad Arsjad menyampaikan proyeksi di tahun 2024. Arsjad menyebut, salah satu prioritas tahun mendatang adalah menjaga ketahanan pangan yang berbasis di desa.

Menurut Arsjad, proyeksi ini akan dilakukan dalam program desa ketahanan pangan. Program ini akan didorong masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk bercocok tanam.

"Termasuk agar mereka tetap bisa bertani, berusaha di lahan-lahan yang mereka miliki. Tentunya, kita akan membantu bibit, penyuluhan, bantu bagaimana teknik budidayanya, dan segala macam. Intinya adalah ini kita akan budayakan kembali dengan memanfaatkan kelembagaan-kelembagaan desa yang ada," ucap Arsjad.

Sehingga desa menjadi percontohan ketahanan pangan. Dengan demikian, tidak perlu lagi dilakukan studi banding ke daerah lain.

"Kita yang bisa menjadi contoh yang menginspirasi desa-desa yang lain, termasuk juga konsep ketahanan pangan dalam artian pemanfaatan lahan pekarangan dan pertanian keluarga itu, bisa berjalan dengan baik," terang Arsjad.

Agar program ini tersosialisasi masif, maka akan diperlombakan. Menurut Arsjad, kreativitas desa dalam menjaga ketahanan pangannya akan diuji di program ini.

"Sebelum diadakan perlombaan kita akan mensosialisasikan terlebih dahulu ke 24 kabupaten/kota bahwa indikator penilaiannya di antaranya ada tiga, yaitu bagaimana desa itu memenuhi ketersediaan pangan, bagaimana upaya pemerintah desa dalam memaksimalkan lahan-lahan pekarangan termasuk lahan tidur yang ada di desanya, kemudian keterjangkauan dan terakhir adalah keamanannya seperti, produk-produk mereka terjaga, disertifikasi, serta produknya memiliki label higienis. Sehingga, pangan yang diproduksi itu adalah betul-betul terbebas dari bahan kimia," imbuhnya.

Adapun jenis-jenis pangan yang diperlombakan nantinya adalah umbi-umbian, jagung, dan termasuk juga pisang.

"Kita berharap agar masyarakat bicara makanan jangan hanya nasi saja tetapi, bagaimana kenyang tanpa nasi. Jadi, kita ajar masyarakat bagaimana ada keanekaragaman (pangan namanya)," paparnya.