Muh. Syakir : Minggu, 31 Desember 2023 16:48
Kapolres Wajo AKBP Fatchur Rochman memberi keterangan pers, Ahad (31/12/2023).

WAJO, PEDOMANMEDIA - Polres Wajo mengungkap tren kenaikan angka kriminalitas sepanjang 2023. Tiga kasus paling mendominasi yakni narkoba, curanmor dan pembunuhan.

Kapolres Wajo AKBP Fatchur Rochman mengungkapkan, ada kecenderungan kenaikan kasus dari 2022 ke 2023. Berdasarkan data, tahun 2022 dari Januari sampai Desember terdapat 338 laporan polisi. Sementara 2023 terdapat 453 LP.

"Tahun 2022 dari 338 LP berhasil diselesaikan 300 LP. Sementara 2023 selesai 361 LP," terang Fatchur dalam keterangan pers, Ahad (31/12/2023).

Untuk kasus menonjol di tahun 2023 yaitu kasus pembunuhan ada 3 LP. Ketiganya berhasil diselesaikan. Lalu ada penganiayaan berat atau anirat 4 laporan dan selesai 1 kasus.

"Yang cukup tinggi itu curanmor. Ada 19 laporan dan selesai 10 kasus. Lalu curas 1 laporan dan selesai 2 kasus (1 kasus pada 2022). Kemudian pencurian hewan 6 laporan dan selesai 2 kasus, serta curat 2 laporan dan selesai 1 kasus," papar Fatchur.

Diakui Fatchur yang menjadi perhatian adalah kasus pembunuhan. Ada tiga kasus tahun ini. Meski dari segi jumlah tak banyak, namun akan menjadi atensi ke depan.

"Kasus pembunuhan akan jadi atensi. Kedua, maraknya kasus curanmor akan menjadi perhatian Polres Wajo", jelasnya.

Lebih Lanjut ia menjelaskan bahwa, kasus narkoba pada tahun 2022 terdapat 89 laporan dan selesai 87 kasus. Sementara di tahun 2023 terdapat 104 laporan dan selesai 106 kasus.

"Barang bukti yang berhasil diamankan selama tahun 2023 adalah sabu-sabu dengan berat 830.463 gram dan Extasi sebanyak 46 butir", ungkapnya.

Angka Lakalantas Turun

Sementara untuk data lalu lintas, Jumlah pelanggaran di tahun 2022 sebanyak 5.474 dan di 2023 turun sebanyak 4.021. Jumlah tilang di 2022 sebanyak 2.359 dan 2023 sebanyak 1.574. Jumlah teguran sebanyak 3.115 di tahun 2022 dan 2.447 di tahun 2023.

"Untuk jumlah lakalantas di tahun 2022 terdapat 179 laporan dan selesai 179 kasus. Sementara di tahun 2023 terdapat 183 laporan dan selesai 183", tutur Fatchur.