Minggu, 10 Januari 2021 19:58

Jadi Klaster Baru, ada Rencana Gedung DPRD Makassar Lockdown

Gedung DPRD Makassar di Jalan AP Pettarani. (Istimewa)
Gedung DPRD Makassar di Jalan AP Pettarani. (Istimewa)

Informasi yang berhasil dihimpun PEDOMANMEDIA, juga ada empat anggota dewan lainnya diduga terpapar Covid-19. Itu setelah mereka melakukan perjalanan dinas ke Bali, Desember 2020 lalu.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Beberapa penghuninya terkonfirmasi terinfeksi virus corona.

Bahkan, salah satu legislator dikabarkan meninggal dunia, diduga karena positif Covid-19.

Zaenal Beta, yang merupakan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tutup usia di RSI Faisal Makassar, Sabtu (09/01/2021) malam.

Baca Juga

Pemulasaran jenazah Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Makassar itu dilakukan secara protokol kesehatan. Dan telah dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Jeneponto, Minggu (10/01/2021) padi tadi.

Informasi yang berhasil dihimpun PEDOMANMEDIA, juga ada empat anggota dewan lainnya diduga terpapar Covid-19. Itu setelah mereka melakukan perjalanan dinas ke Bali, Desember 2020 lalu.

Selain dewan, juga dikabarkan ada lima staf di gedung rakyat itu ikut positif. Semuanya telah melakukan isolasi mandiri.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir mengaku baru akan merencanakan pembahasan pemberlakukan lockdown di gedung aspirasi rakyat itu.

"Besok (Senin), baru kita mau bicarakan dengan seluruh anggota. Apa perlu kita melakukan hal tersebut (lockdown) atau tidak," akunya via pesan singkat, malam tadi.

Paling tidak kata legislator Partai Golkar ini, tempat Zaenal Beta beraktivitas di ruangan komisi A perlu disterilkan selama 14 hari. Termasuk ruang kerja pribadinya.

"Atau sekali seluruh aktivitas kita pindahkan ke Work From Home (WFH). Insya Allah besok (Senin) kita bicarakan secara bersama. Semua harus dipikirkan dan dicari solusi bijak. Karena rakyat juga sangat membutuhkan kehadiran dan perhatian dari kami (dewan) di tengah keadaan seperti itu," terang Wahab Tahir yang juga Sekretaris Golkar Makassar.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Makassar, Andi Bukti Djufrie yang dikonfirmasi belum ingin banyak memberikan keterangan. Sebab dirinya juga sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

"Saya belum masuk kantor, karena baru selesai isman (isolasi mandiri). Nanti coba saya komunikasikan dengan pimpinan DPRD," singkatnya.

Editor : Budi Santoso
#DPRD Makassar #Covid-19 #Lockdown
Berikan Komentar Anda