Senin, 11 Januari 2021 19:13

Rabu, Pemkab Malra Berlakukan Perbup 84 Tahun 2020

Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin.
Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin.

Dinas Kesehatan juga akan menyiapkan postur atau browsur dan template sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat terutama dalam kaitannya dengan protokol kesehatan karena hal itu sangat penting.

MALRA, PEDOMANMEDIA - Pemkab Maluku Tenggara (Malra) bakal melaksanakan Sosialisasi Perbup 84 tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Hal ini sebagai tindak lanjut dari rapat perdana Satgas Covid-19 pekan lalu.

"Kita di hari Jum'at lalu telah melangsungkan rapat bersama Tim Kerja Satgas penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh pak Bupati. Jadi kegiatan yang pertama akan dilakukan adalah sosialisasi Perbup terkait protokol kesehatan." Kata Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin, Senin (11/1/2021).

Ia menjelaskan berdasarkan rapat tersebut kemudian dari Dinas Kesehatan juga akan menyiapkan postur atau browsur dan template sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat terutama dalam kaitannya dengan protokol kesehatan karena hal itu sangat penting.

Baca Juga

Dari Perbup ini akan dilakukan sosialisasi di tempat-tempat umum dan sekaligus di 11 Kecamatan Maluku Tenggara sehingga semua orang bisa patuh terhadap protokol kesehatan.

"Dalam Perbup itu ada sanksi-sanksi yang akan diberikan dan ini juga akan ada kerjasama antara TNI dan Polri termasuk Pemkab beserta seluruh SKPD," ungkapnya.

Dicanangkan pada Rabu besok sudah dilaksanakan rencana aksi Sosialisasi Perbup di lapangan terutama untuk tempat-tempat umum seperti terminal dan pasar sekaligus akan hadir kepala ohoi untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat.

"Sosialisasi ini akan dilaksanakan pada 11 kecamatan kemudian kepada Kepala Desa/Ohoi dan akan meneruskan kepada masyarakat untuk karun waktu ke depan. Kurang lebih dua sampai tiga minggu ke depan itu diarahkan untuk masyarakat tidak melakukan pergerakan karena kondisi maluku tenggara khususnya di wilayah Kota itu kondisi Covid-19 agak tidak sedikit meningkat," tuturnya.

"Ini kita akan melakukan sosialisasi untuk masyarakat paling tidak itu bertahan di tempat, tidak banyak terlalu pergerakan sehingga situasi ini sudah mulai meredam akan dilakukan sosialisasi lagi mengarahkan lagi untuk masyarakat kembali beraktivitas sebagaimana biasa," tambahnya.

Sehubungan dengan penyelenggaraan Pendidikan di wilayah setempat, Sekda menambakan pada Selasa besok akan dikeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah.

"Terkait pelaksanaan tatap muka khusus di wilayah Kota akan kita dilakukan dengan jarak jauh. Proses Pendidikan dengan cara jarak jauh yaitu melalui daring. Sedangkan yang ada di Desa/Ohoi- ohoi, karena kondisinya masih bisa bertatap muka maka itu akan dilakukan secara bertahap muka," terangnya.

Sementara itu, untuk ASN di lingkungan kerja masing-masing juga sementara digodok berapa SDM yang nantinya akan disiapkan pada hari itu juga untuk dilaporkan kepada Bupati. Menurutnya Tim telah bentuk dan sedang menunggu putusan Bupati untuk menetapkan prosesnya yaitu perbandingan antara 75% dan 25%.

"Jadi yang bekerja itu 75%, 20% melaksanakan kerja dari rumah atau 75% dari rumah 25% di Kantor ini tergantung kita tunggu keputusan pak Bupati tapi kita siapkan dia punya kebijakannya yang nantinya akan dikeluarkan. Jadi paling terlambat hari rabu semuanya sudah bisa berjalan," jelasnya.

Disingung terkait data penyebaran Covid-19, ia mengaku sedang disiapkan oleh Dinas Kesehatan yang juga akan disahkan dan di Sosialisasikan sehingga sekaligus tranching menggunakan itu sebagai rujukan dalam rangka melakukan sosialisasi khususnya pada wilayah-wilayah yang tingkat Covid-19 cukup tinggi itu yang kita lebih continue melakukan sosialisasi

Pada prinsipnya, kata dia, bahwa protokol kesehatan ini perlu digarap ulang, karena dari pencegahan dan penanganan itu hanya ada pada protokol kesehatan selain nanti pemerintah juga akan memberlakukan vaksinasi itu juga nanti akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak terbawa dengan berita-berita hoax yang di cenderung keluar dari pemerintah melalui dinas kesehatan dan para medis.

"Kalau bicara masker sebenarnya masa kini banyak di Desa/Ohoi-ohoi, hanya mereka tidak mau menggunakan. Jadi ini yang perlu kita bangkitkan lagi karena masker ini tiga kali lipat, 127 ribu lembar itu sudah dibagikan. Jadi sisanya yang ada nanti juga akan dikerahkan untuk melakukan pembagian kepada masyarakat terutama di tempat-tempat umum seperti di pasar dan terminal. Tetap dan itu juga akan dibagikan," jelasnya.

"Jadi masih kita gerakan untuk seluruhnya. Intinya, disitu protokol kesehatan tetapi dijaga terutama dalam menggunakan masker, cuci tangan itu yang paling penting. Jaga jarak, itu yang paling penting," pungkasnya.

 

Penulis: Daniel

Editor : Jusrianto
#Pemkab Malra #Protokol Kesehatan
Berikan Komentar Anda