Rahma Amin : Rabu, 24 Januari 2024 21:19
Ist

MAKASSAR,PEDOMANMEDIA- Hasil pembobolan gedung menara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar digunakan pelaku untuk membayar hutang dan menyewa pekerja seks seksual (PSK).

Hal ini diungkapkan oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib saat ekspose di Mapolrestabes Makassar, Rabu petang.

Berdasarkan hasil pendalaman polisi kata Ngasih, hasil kejahatan pelaku digunakan untuk berfoya-foya. Namun, untuk Wandi hasil kejahatan itu digunakan untuk membayar hutang.

Untuk pelaku utama (Wandi) mendapatkan uang yang lebih besar Rp 25 juta. Kemudian digunakan untuk membayar hutang dan keperluan lainnya. Kemudian untuk yang dua orang lagi sudah digunakan juga oleh yang bersangkutan diantaranya digunakan untuk foya-foya, diantaranya juga untuk PSK," bebernya.

Sebelumnya, polisi membekuk komplotan pelaku pembobol gedung menara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Uang senilai kurang lebih Rp 39 juta berhasil dibawa kabur dalam ruangan rektorat.

Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing yakni Wandi (27), Asdar (36), dan Andri (33). Mereka diamankan di Kabupaten Gowa, Sulsel, pada Selasa (23/1/2024) dini hari.

Aksi pembobolan ruangan di lantai 8 gedung menara UMI Makassar ini dilakukan para pelaku kala situasi sedang sepi, sekitar pukul 03:00 Wita. Aksi pembobolan itu dilakukan secara terencana dimana salah satu pelaku yakni Wandi terlebih dahulu mempelajari situasi lantaran dia bekerja sebagai cleaning service di gedung tersebut.