Rahma Amin : Jumat, 26 Januari 2024 15:28
Potongan video saat pengeroyokan terjadi/Int

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA- Dua pria di Makassar berinisial YN (36) dan NM (27) menjadi korban amukan sekelompok pemuda pemabuk lantaran kerap mengganggu ketertiban akibat suara bising knalpot motornya.

Aksi pengeroyokan yang diketahui terjadi di depan indekos korban di Jalan Tidung VIII Setapak Setapak 6, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, pada Selasa (23/1/2024) lalu, terekam kamera pengawas atau CCTV dan sudah tersebar di berbagai media sosial dan grup WhatsApp.

Dalam video berdurasi 31 detik itu, nampak ada enam orang pelaku tengah memukuli seorang pemuda tanpa ampun. Pemuda nahas itu sempat berusaha kabur, namun kembali ditangkap hingga diseret dan kemudian dihujani dengan bogem mentah. Pemuda itu dipukuli hingga sempat terpental ke tanah.

Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Hartawan mengatakan kedua korban kini telah melaporkan kejadian itu ke pihaknya.

"Iya sudah melapor korbannya. Korban pertama luka pada bagian bibir, dan korban kedua mengalami luka akibat benda tumpul, mungkin balok," kata Hartawan, Jumat (26/1/2024).

Satu orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu telah diamankan. Pelaku yang diamankan berprofesi sebagai ojek online (Ojol), berinisial IH (26). 

"Sebelum mendatangi rumah kost korban dan melakukan penganiayaan secara bersama sama, pelaku ini diduga sudah mengkonsumsi minuman keras, sehingga pada saat melakukan aksinya dalam kondisi mabuk," ucapnya.e

Slain menganiaya kedua korban, para pelaku juga sempat merusak beberapa fasilitas indekos dan kendaraan roda dua milik korban.

Dari pantauan dan pemeriksaan pihak kepolisian, pengeroyokan itu didasari atas ketersinggungan. Dimana para pelaku menyimpan dendam kepada korban lantaran sering digeber suara knalpot bising oleh.

"Untuk motifnya ketersinggungan akibat korban yang melintas di depan para pelaku dan merasa motor korban di gas-gas (geber) di depan pelaku dan itu terjadi sudah seminggu lamanya, tapi baru pas itu para pelaku melampiaskan amarahnya," tandasnya.

Sementara, salah satu pelaku berinisial IH mengungkapkan bahwa, aksi geber motor yang dilakukan kedua korban sudah sering dilakukannya sehingga membuat resah.

"Dia sering kalau keluar, dia gas-gas (geber) pernah pas saya lagi duduk dengan teman saya, dia lewat langsung balap, itu sudah empat kali pulang balik gas-gas (geber)," ucapnya.

Untuk saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang kini telah diketahui identitasnya.