Rabu, 13 Januari 2021 06:49

WHO: Vaksin Belum Mampu Hentikan Corona Tahun ini

WHO: Vaksin Belum Mampu Hentikan Corona Tahun ini

Ada faktor yang melonggarkan kekebalan kelompok tercipta. Di antaranya adalah terbatasnya akses vaksin Covid-19 untuk negara berkembang, skeptisme tentang vaksinasi, dan potensi adanya mutasi virus.

JENEWA, PEDOMANMEDIA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, laju pandemi Corona sulit dihentikan total meski vaksinasi sudah dimulai di berbagai belahan dunia. Mutasi virus dan berbagai faktor akan menghambat upaya penanggulangan.

Kepala ilmuwan Badan Kesehatan Dunia ( WHO) Soumya Swaminathan mengatakan pada Senin (11/1/2021) bahwa herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona belum akan tercapai pada 2021. Meski ketersediaan vaksin meningkat.

Melansir DW pada Senin (11/1/2021) bahwa ada faktor yang melonggarkan kekebalan kelompok tercipta. Di antaranya adalah terbatasnya akses vaksin Covid-19 untuk negara berkembang, skeptisme tentang vaksinasi, dan potensi adanya mutasi virus.

Baca Juga

Semakin banyak negara di dunia yang berada pada tahap pertama vaksinasi masal, seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Jerman, serta negara Uni Eropa lainnya.

Kekebalan kelompok terjadi ketika cukup banyak orang dalam suatu populasi yang memiliki kekebalan terhadap infeksi, sehingga penyakit tidak menyebar.

"Kita tidak akan mencapai tingkat kekebalan populasi atau kekebalan kelompok pada 2021," kata Swaminathan dalam sebuah pengarahan.

Ia juga menekankan bahwa aturan seperti social distancing, mencuci tangan, dan menggunakan masker terus diperlukan dalam menahan penyebaran virus corona pada tahun ini.

Swaminathan memuji "kemajuan luar biasa" yang dibuat oleh para peneliti untuk mengembangkan beberapa vaksin yang aman dan efektif dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Beberapa negara saat ini mengelola vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech-Pfizer, Universitas Oxford/AstraZeneca, dan Moderna. Ilmuwan WHO menyerukan untuk orang-orang "sedikit bersabar", dan mengatakan bahwa ketersediaan vaksin Covid-19 "membutuhkan waktu" karena skala produksi dosis mencapai miliaran.

Di Amerika Serikat, yang saat ini memiliki jumlah kasus harian tertinggi di dunia, para pejabat mengatakan pada Senin (11/1/2021) bahwa lebih dari 25,4 juta dosis vaksin sejauh ini telah didistribusikan dengan hampir 9 juta dosis telah diberikan kepada publik.

Di Jerman, lebih dari 600.000 orang sejauh ini telah divaksinasi Covid-19, menurut Robert Koch, Institusi kesehatan masyarakat

"Kami tidak akan kembali normal dengan cepat," kata Dale Fisher, ketua Jaringan Siaga dan Tanggap Wabah WHO, dalam konferensi yang diselenggarakan oleh kantor berita Reuters.

Editor : Muh. Syakir
#WHO #Kekebalan Kelompok #Virus Corona #Vaksin
Berikan Komentar Anda