Rabu, 13 Januari 2021 10:18

Menkop UKM-HKTI Kolaborasi Dorong Kebangkitan Petani Milenial

Audiens virtual Menkop UKM Teten Masduki dengan HKTI.
Audiens virtual Menkop UKM Teten Masduki dengan HKTI.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menyampaikan ada banyak program yang sebenarnya dimiliki oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Program itu untuk mengoptimalkan pemasaran produk pertanian dan nelayan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki siap berkolaborasi dengan HKTI dalam mendorong kebangkitan petani dan nelayan milenial. Menkop mengaku akan menggulirkan program program pendukung.

Hal ini disampaikan Teten saat audiens virtual dengan Pemuda Tani HKTI, Selasa (12/1/2021). Audiens dipimpin Ketua Umum Rina Saadah.

Kegiatan tersebut mengangkat tema "Pemberdayaan dan Digitalisasi Koperasi dan UMKM Sektor Agro dan Maritim". Dalam kesempatan itu Pemuda Tani HKTI menyampaikan keadaan para petani dan nelayan yang berada di bawah naungan mereka. HKTI menyebut butuh program unggulan untuk mendukung kebangkitan petani di masa depan.

Baca Juga

"Pemuda Tani HKTI menyiapkan program untuk optimalisasi pemberdayaan petani, terutama petani milenial yang menjadi penerus usaha pertanian dan juga penggunaan teknologi pada kegiatan pertanian yang akan menjadi unggulan. Selain itu penyerapan produk-produk yang dihasilkan dalam kegiatan perdagangan," kata Rina Saadah.

Kata dia, kegiatan pertanian dan nelayan dihadapkan pada masalah-masalah riil di lapangan. Baik dalam masalah lahan pertanian, pemasaran hingga angkatan kerja pertanian yang mengalami penurunan signifikan.

"Dan kami Pemuda Tani HKTI berupaya menawarkan solusi, baik melalui program pemberdayaan hingga pendampingan. Namun, upaya ini tentu tidak akan maksimal tanpa dukungan pemerintah sebagai regulator," jelasnya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menyampaikan ada banyak program yang sebenarnya dimiliki oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Program itu untuk memberdayakan dan mengoptimalkan pemasaran produk pertanian dan nelayan. Bahkan kata dia, hingga pendampingan dalam bentuk bantuan pendanaan.

Program untuk menyiapkan korporatisasi pertanian menjadi andalan untuk menjadi sarana awal pengoptimalan produksi pertanian. Lalu koperasi pemasaran datang menjadi solusi untuk menyalurkan dan menyerap produk-produk yang dihasilkan.

"Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM terlibat dalam pengembangan hasil produk buah tropis, yang memiliki permintaan tinggi dari luar negeri. Dan ini diserap melalui Koperasi Pemasaran," jelas Menkop.

Lebih lanjut Menkop, ada banyak program yang bisa memaksimalkan kegiatan produksi.

"Program pendanaan melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) telah menjadi upaya Pemerintah untuk masuk terlibat membantu UKM, namun dengan LPDB ini kita mau UKM mempersiapkan diri dengan business scale yang lengkap. Jangan lagi berkoperasi digunakan untuk akal-akalan atau abal-abal," paparnya.

Selain itu program inkubasi dan implementasi kolaborasi dan konsolidasi melalui koperasi juga menjadi target utama untuk mengelola bisnis sektor pertanian dan maritim.

Melalui audiensi ini, Pemuda HKTI dan Kementerian Koperasi dan UKM juga sepakat untuk menelurkan klaster usaha untuk dibina melalui program pemerintah. Baik secara wilayah maupun klaster produk hasil pertanian dan nelayan.

Pemuda HKTI menawarkan program pemberdayaan dan optimalisasi pemasaran hasil produk jagung dari wilayah Nusa Tenggara Barat. Dimana Pemuda Tani HKTI membina lebih dari 7.000 hektar area perkebunan jagung dan juga beras, yang terfokus baik di wilayah Jawa Tengah dan juga Sulawesi Selatan.

Editor : Muh. Syakir
#Menkop UKM Teten Masduki #HKTI
Berikan Komentar Anda