Tim Tenaga Kesehatan Sulsel Tangani 2.384 Orang yang Sakit Saat Pemilu
Sebanyak 2.384 petugas Pemilu yang mengalami sakit saat menjalankan tugasnya di lapangan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dinas Kesehatan (Dinkes ) Sulsel, mengungkapkan hasil kerja tim kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), telah menangani sebanyak 2.384 orang yang mengalami sakit dimasa Pemilu berlangsung.
Kadis Kesehatan melalui Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sulsel, mengungkapkan jika tim Kesehatan Sulsel telah menangani sebanyak 2.384 orang sakit selama pencoblosan di Pemilu 2024 di lokasi. Baik itu petugas TPS maupun pemilih.
"Secara umum bisa kita lihat ada 10 keluhan diagnosa terakhir ada sakit kepala, ada gangguan lambung ini biasanya kalau bekerja larut malam minum kopi, ada demam, kemudian ada saudara-saudara kita yang bertugas dalam keadaan tidak fit dengan memaksakan bekerja sampai larut malam,"ujar Kabid pelayanan kesehatan Dinkes Sulsel, Ardadi, kepada PEDOMANMEDIA, Kamis (15/02/2024).
Lebih rinci Ardadi menyebutkan petugas yang sakit berasal dari anggota Bawaslu sebanyak 98 orang, KPPS 963, linmas 144, pemilih 754, petugas dari TNI Polri 64, PPK 31, PPS 185, dan saksi termasuk pemilih 145 orang. Sehingga total keseluruhan sebanyak 2.384 .
Dibeberkan Ardadi tim kesehatan yang terbentuk di seluruh Kabupaten Kota, Provinsi Sulsel, merupakan program dari PJ Gubernur Sulsel sejak menjabat menjadi PJ Gubernur.
"Sejak pak PJ Gubernur tiba di Makassar, tentu ada program prioritas yang didorong untuk memastikan bahwa beliau bekerja dengan baik di Sulsel, salah satu yang menjadi point penting dalam prioritasnya adalah sukses penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024,"ungkapnya.
Pak PJ Gubernur Sulsel kata dia telah menginstruksikan kepada Dinkes untuk menyiapkan dukungan dalam bidang kesehatan, sehingga dibentuklah tim kesiapsiagaan bidang kesehatan dalam mensukseskan Pemilu dan Pilkada serentak di Sulsel Itu sudah bergulir sejak November.
Ardadi mengungkapkan jika Dinkes Sulsel telan mengeluarkan surat keputusan dan edaran yang disampaikan ke masing-masing Kabupaten Kota.
"Beberapa hal yang kita lakukan yang pertama adalah surat keputusan kemudian beberapa surat edaran yang disampaikan ke Kabupaten Kota untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu semua tahapannya itu berjalan sesuai dengan aturan dan tentu saja ada dukungan-dukungan yang pro aktif dari pemerintah Provinsi Sulsel,"jelasnya
Salah satunya adalah surat edaran pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh calon KPPS dan Bawaslu. Kemudian ada surat edaran kesiapsiagaan selama masa kampanye, kampanye dimulai dari November 2023 sampa Minggu terakhir masuk masa tenang 2024, selanjutnya kita melakukan beberapa agenda termasuk 2 kali rapat koordinasi kesiapsiagaan bidang kesehatan.
Dikatakan Ardadi, kesiapan SDM kesehatan di Sulsel sudah disiagakan. SDM kesehatan ini untuk memberikan pelayanan kesehatan selama masa Pemilu. Mulai dari masuk persiapan kampanye, masa kampanye itu kita melakukan senam 2 kali, tanggal 2 Februari dan tanggal 9 Februari kemudian.
"Kemudian kita melakukan pemantauan di hampir 24 Kabupaten Kota kita turun baru berakhir kemarin sehari sebelum pemilihan umum (pencoblosan) jadi tanggal 13 berakhir, dan kita semua turun di lapangan 24 Kabupaten Kota untuk melihat kesiapan tenaga kesehatan, ambulance, rumah sakit, puskesmas dan posko-posko yang didirikan oleh teman-teman di Kabupaten Kota tentunya bersama TNI dan Polri, karena ada RS tentara, RS polri, klinik dan semua," kata Ardadi.
Dari pantauan monitoring Dinkes Sulsel, tim Kesehatan Sulsel telah menjalankan tugasnya sebagai mana mestinya, dibuktikan dengan adanya ribuan petugas Pemilu yang telah ditangani.
