MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota Makassar akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada April nanti. Hanya saja, target ini bergantung pada situasi pandemi dalam dua dan tiga bulan mendatang.
"Kita targetkan April bisa dimulai (sekolah). Tentu kita lihat kurva kasus. Semoga melandai dan dua bulan mendatang turun," ujar plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar Irwan Bangsawan, Sabtu (16/1/2021).
Menurut Irwan, juknis pelaksanaan sekolah tatap muka sudah disosialisasikan. Juknis ini terkait format pembelajaran dan penerapan protokol kesehatan.
Irwan menyebutkan, meski angka pandemi turun pada April nanti, namun sistem pembelajaran tetap mengikuti protokol pencegahan Covid. Di mana prokes di ruang belajar dan setelah pembelajaran akan berlaku dengan ketat.
"Jadi di sekolah itu standar prokes juga tetap dipatuhi nanti meski kasus sudah menurun. Ini memang sudah juknis kenormalan baru," jelasnya.
Irwan juga mengemukakan, sekolah menjadi objek penting penerapan protokol pencegahan. Karena interaksi di sekolah lebih tinggi. Siswa dan guru memiliki intensitas pertemuan cukup sering.
Dalam situasi pandemi, bagian ini menjadi perhatian. Agar tidak menjadi wadah penularan baru.
Sementara itu kalangan orang tua menilai target belajar tatap muka April nanti masih meragukan. Pasalnya saat ini Indonesia sedang menghadapi gelombang kedua kasus Corona.
"Kalau pun April kasus turun tidak mungkin sekolah langsung dibuka. Pasti dikaji dulu. Kalau saya pribadi ragu," ujar Merli, orang tua siswa.
Kata Merli, penerapan prokes di sekolah sangat sulit dilakukan optimal. Apalagi untuk murid SD. Menurutnya pembelajaran tatap muka bisa saja dilakukan tetapi dengan mengatur jumlah siswa dalam satu ruangan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, laju pandemi Corona sulit dihentikan total meski vaksinasi sudah dimulai di berbagai belahan dunia. Mutasi virus dan berbagai faktor akan menghambat upaya penanggulangan.
Kepala ilmuwan Badan Kesehatan Dunia ( WHO) Soumya Swaminathan mengatakan bahwa herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona belum akan tercapai pada 2021. Meski ketersediaan vaksin meningkat.
Ada faktor yang melonggarkan kekebalan kelompok tercipta. Di antaranya adalah terbatasnya akses vaksin Covid-19 untuk negara berkembang, skeptisme tentang vaksinasi, dan potensi adanya mutasi virus.
BERITA TERKAIT
-
Aktivis Desak Appi Evaluasi Pengangkatan Syarif sebagai Kabid SMP Disdik Makassar
-
Program Seragam Gratis Telan Rp11,4 M, Disdik Makassar Targetkan Terealisasi Juli
-
Dua Kali Terinfeksi, Presiden Joe Biden Dinyatakan Negatif Corona
-
3 Hari Sembuh, Biden Positif Corona Lagi, Ahli Bilang tak Biasa
-
Menkes Beri Alarm: Kepulangan Jemaah Haji Bisa Picu Gelombang Corona