Sabtu, 03 Oktober 2020 10:22

Editorial

Menanti Obat Corona! Akhir Horor Pandemi?

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Jika tak ada penyesuaian dengan kemampuan masyarakat secara umum maka tetap saja pilihannya satu. Tak berobat. Karena itu pemerintah harus hadir di sini. Bagaimana agar obat Corona benar benar bisa menjangkau semua kalangan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Holding BUMN, PT Indofarma Tbk mengumumkan dipasarkannya obat Corona mulai pekan depan. Akankah ini mengakhiri horor pandemi di tanah air?

Obat bernama Desrem itu rencananya akan menjadi rujukan utama bagi pasien Corona akut. Desrem sendiri diumumkan beberapa hari setelah Kalbe Farma memulai distribusi antivirus Covifor (remdesivir) untuk pasien Covid-19 di Indonesia.

Remdesiver diimpor dari India. Dan dibanderol dengan harga Rp 3 juta per dosis.

Baca Juga

Kehadiran obat ini memberi harapan akan berakhirnya pandemi Corona. Corona telah hampir 8 bulan melanda Indonesia. Angka kasus nyaris menyentuh 300.000.

Kasus kematian akibat Corona di Indonesia juga lebih tinggi dari kematian dunia. Namun kabar baiknya, angka kesembuhan di tanah air lebih tinggi dari kesembuhan global.

Tingginya kurva kasus membuat Indonesia menjadi salah satu negara pemburu vaksin paling aktif. Indonesia telah menjajaki kerja sama dengan 3 negara agar bisa mendatangkan 300 juta dosis vaksin di akhir tahun.

WHO juga memperingatkan negara negara Asia mengenai akan panjangnya masa pandemi. Pandemi bisa sampai 2021. Jika tak ditemukan obat maupun vaksin ancaman kematian bisa lebih tinggi dari April lalu.

Kabar gembira ini disambut masyarakat. Sayangnya masih ada keraguan soal keterjangkauan harga. Akankah harga obat Corona ini dipasarkan lebih memasyarakat? Cocokkah dengan kantong semua orang?

Kekhawatiran itu wajar. Karena kisruh semacam itu sudah terjadi. Untuk swab test saja masih banyak yang belum lakukan. Masyarakat mengeluhkan tarif swab yang dianggap mahal.

Saat ini biaya swab berkisar Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu. Ini saja dikeluhkan. Bagaimana dengan obat yang dibanderol sampai Rp 3 juta.

Jika tak ada penyesuaian dengan kemampuan masyarakat secara umum maka tetap saja pilihannya satu. Tak berobat. Karena itu pemerintah harus hadir di sini. Bagaimana agar obat benar benar bisa menjangkau semua kalangan.

Obat Covid tak boleh jadi barang mahal. Harus bisa sampai ke kelompok paling bawah. Nah di sinilah pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak agar misi mengakhiri pandemi terwujud sesuai harapan.

Desrem sendiri disetujui untuk penggunaan emergensi pada pasien COVID-19 usia dewasa dan remaja (usia 12 tahun atau lebih yang memiliki berat badan 40 kg atau lebih), dan merupakan pasien COVID-19 berat yang dirawat inap di rumah sakit.

Editor : Muh. Syakir
#Editorial #Obat Corona #Covid-19
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer