Jusrianto : Sabtu, 03 Oktober 2020 11:05
Jubir RaPi, Wahidin Kusuma Putra.

MUNA, PEDOMANMEDIA - Upaya mereduksi elektabilitas Paslon Laode M Rajiun Tumada - La Pili (RaPi) terus dihembuskan oleh tim lawan. Salah satunya tim RaPi dituding mencatut nama Tokoh Masyarakat (Tomas) La Ghuluhi yang dimasukkan dalam tim sukses.

Juru Bicara (Jubir) Paslon RaPi Wahidin Kusuma Putra mengatakan dalam berita online La Ghuluhi dimasukkan dalam tim RaPi. Padahal faktanya Tomas tersebut tak ada namanya dalam susunan tim.

"Atas tudingan pencatutan nama tokoh masyarakat ini kita sudah mencocokkan dengan surat keputusan (SK) tim sukses RaPi. SK yang diupload di media online tersebut tidak sama dengan aslinya. Kita pastikan bahwa SK yang menjadi sumber berita itu adalah hasil editan alias palsu. Selain itu kita menjamin bahwa tidak ada La Ghuluhi dalam SK tim sukses RaPi yang asli. Kita menduga permainan kotor ini sengaja diciptakan guna menjatuhkan pasangan RaPi," jelas Wahidin via WhatsApp, Sabtu (3/10/2020).

Menurut Wahidin, tudingan pencatutan nama Tomas masuk tim RaPi sebagaimana beredar di media massa adalah tuduhan yang tidak berdasar. Ada aroma sabotase dari lawan politik. Sebab SK tim sukses RaPi merupakan konsumsi internal.

"Bahkan di internal tim saja tidak semua orang dapat mengakses SK tim sukses RaPi. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya kebocoran informasi dan dimanfaatkan oleh pihak lawan. SK itu sifatnya rahasia. Pihak luar yang mengetahui itu hanya KPUD Muna. Jadi kesimpulan kita berita tersebut motifnya semata-mata untuk menjatuhkan RaPi," katanya.

Ia menambahkan data yang dihimpun oleh tim bahwa sebanyak 14 kecamatan sebagian besar masyarakat Muna mendukung RaPi.

"Di Kabupaten Muna ada 22 kecamatan. Pada 14 kecamatan, lebih dari separuh masyarakatnya mendukung RaPi. Jumlah tim yang bekerja 17.672 orang. Mereka bekerja dari pintu ke pintu. Jadi intrik apapun yang dilakukan oleh lawan tak akan mengubah keputusan masyarakat. Masyarakat sudah tahu karakter pemimpin yang memiliki kapasitas dalam melakukan pembangunan demi kemajuan dan kebangkitan Muna di masa akan datang," terangnya.