Jumat, 29 Maret 2024 13:56

Muhammadiyah Rintis Pembangunan Pondok Pesantren di Polongbangkeng Selatan Takalar

Muhammadiyah Rintis Pembangunan Pondok Pesantren di Polongbangkeng Selatan Takalar

Menurutnya, konsolidasi dan menggerakkan ranting-ranting juga menjadi salah satu prioritas para pimpinan.

TAKALAR, PEDOMANMEDIA - Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Takalar sedang merintis pembangunan pondok pesantren di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Pesantren tersebut diberi nama Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah.

"Pendirian pesantren ini telah menjadi salah satu target dari pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Takalar periode 2022-2027. PDM Takalar telah melakukan pembebasan lahan seluas 3.200 meter persegi dan pembebasan lahan akan dilakukan dengan menggerakkan semua potensi dan unsur yang dalam dalam persyarikatan," tegas Ketua PDM Takalar, Thahir.

Dijelaskan Thahir, saat ini PDM Takalar membina 11 Cabang Muhammadiyah. Cabang-cabang Muhammadiyah tersebut telah selesai menggelar musyawarah cabang. 

Cabang Muhammadiyah tersebut yakni; Bajeng; Salaka; Polongbangkeng Selatan; Sanrobone; Lengkese; Topejawa; Bontocinde; Galesong Selatan; Galesong Utara; Parangbambe.

Selama bulan puasa Ramadan 1445 H, para PDM Takalar melakukan kegiatan Rihlah Dakwah ke-11 cabang Muhammadiyah. Selain menyebarkan dakwah dan syiar persyarikatan, juga sekaligus melakukan konsolidasi organisasi agar mampu mencapai dan melaksanakan program kerja yang telah disepakati. 

"Para PDM Takalar yang berjumlah 13 personel juga bertekad untuk melakukan konsolidasi dan menggerakkan ranting-ranting Muhammadiyah yang menyebar di seluruh pelosok Takalar," kata Thahir.

Menurutnya, konsolidasi dan menggerakkan ranting-ranting juga menjadi salah satu prioritas para pimpinan agar ranting yang sudah ada dapat lebih dinamis melakukan pergerakan dengan kegiatan pengajian dan pengkajian.

Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah penulisan sejarah jejak kehadiran Muhammadiyah di Takalar. Penulisan sejarah ini mendesak dilakukan karena sejumlah pelaku pada masanya semakin hari makin berkurang karena faktor usia.

Penulis: Suhardiman

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda