Selasa, 19 Januari 2021 12:04

BMKG Sebut Potensi Bencana Sampai Maret, Sulsel Masuk Zona Rawan

Ilustrasi (INT)
Ilustrasi (INT)

Beberapa masuk dalam ketegori rawan. Mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Di Sulawesi, Sulsel masuk dalam zona rawan bencana. Di antaranya banjir dan longsor.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi bencana di sepanjang Januari hingga awal Maret nanti. Diprediksi akan terjadi banyak bencana yang tersebar hampir di seluruh daerah di Tanah Air.

Mulai dari longsor, gempa, gunung meletus, cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir hingga gelombang tinggi. Bencana akan memuncak satu hingga dua pekan mendatang.

"Puncak bencana yang disebabkan oleh cuaca terjadi pada Januari-Februari, bersamaan dengan itu potensi kegempaan meningkat. Sampai Maret masih ada potensi multirisiko," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Baca Juga

BMKG sendiri telah mengeluarkan informasi potensi bencana bersamaan dengan prakiraan musim hujan sejak Oktober 2020. Bahkan sejak awal Januari 2021, sejumlah daerah mengalami bencana banjir dan tanah longsor akibat peningkatan curah hujan.

Begitu pula dengan potensi kegempaan, gempa dengan kekuatan signifikan terjadi di sejumlah daerah. Yang terbaru gempa dengan magnitudo 5,9 yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis (14/1/2021) pukul 13.35.49 WIB.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dodo Gunawan mengatakan saat ini juga sudah memasuki puncak musim hujan. Sehingga patut diwaspadai peningkatan potensi bencana.

Beberapa masuk dalam ketegori rawan. Mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantam dan Sulawesi. Di Sulawesi, Sulsel masuk dalam zona rawan bencana. Di antaranya banjir dan longsor.

Berdasarkan data BMKG pada Dasarian III Januari 2021 terdapat daerah dengan potensi banjir menengah, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Deputi bidang Meteorologi Guswanto mengatakan saat ini ada beberapa fenomena cuaca yang harus diwaspadai, yaitu MJO (Madden Julian Oscillation) serta fenomena lokal, regional, dan global.

MJO saat ini teramati sedang aktif di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera. Fenomena gelombang atmosfer (Kelvin Wave) diprakirakan cukup aktif di sebagian wilayah Indonesia bagian timur periode 14-17 Januari 2021.

Sedangkan angin monsun Asia mengalami penurunan intensitas dalam sepekan terakhir dan diperkirakan akan meningkat kembali dalam sepekan ke depan. Sementara itu, suhu muka laut masih relatif hangat.

BMKG memprakirakan pada periode 16-21 Januari 2021 potensi hujan lebat dengan intensitas sedang-lebat terdapat di wilayah Sabang sampai Marauke.

Pada tujuh hari ke depan juga terdapat prospek pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus/CB) bercampur dengan awan konvektif lainnya dengan tingkat kerapatan occasional (OCNL) sekitar 50-75 persen di atas wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, perairan selatan Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Laut Jawa, perairan Selat Makassar, sebagian besar Sulawesi, Laut Sulawesi, Kepulauan Halmahera, dan Kepulauan Maluku.

Serta potensi pertumbuhan awan CB dengan tingkat kerapatan frequent (FRQ) di atas 75 persen terjadi di atas wilayah Riau, Kepulauan Riau, perairan Natuna, Bangka Belitung, perairan utara Kepulauan Halmahera.

Sementara itu prakiraan potensi pertumbuhan awan konvektif periode Desember 2020-Januari 2021 yang menghasilkan gangguan penerbangan berpotensi pada sebagian besar wilayah Indonesia bagian tengah hingga bagian timur.

Jadi untuk saat ini di dalam periode puncak musim hujan ini, masyarakat diimbau untuk tetap terus mewaspadai potensi multi-bencana hidrometeorologi, gempa bumi, dan tsunami.

Editor : Muh. Syakir
#BMKG #Potensi Bencana #Banjir #Gempa #Longsor
Berikan Komentar Anda