Muh. Syakir : Selasa, 05 Maret 2024 23:03
Perumda Parkir Makassar memberi edukasi kepada jukir.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Perumda Parkir Makassar Raya melakukan edukasi setelah salah satu jukir di Kawasan Boulevard viral karena memungut jasa parkir melebihi ketentuan. Perumda Parkir berharap, edukasi yang diberikan bisa meminimalisir pelanggaran di lapangan.

“Tadi Pak Dir Ops dan Korcam Panakkukang, memanggil jukir tersebut dan memberikan peringatan keras, supaya tidak terulang lagi permintaan pungutan tarif parkir di luar ketentuan,” ujar Humas Perumda Parkir Makassar Raya, Asrul B. 

Diakui Asrul, kejadian itu mendapat atensi serius dari Perumda Parkir. Apalagi sempat terjadi perdebatan antara pengguna jasa parkir dan jukir.

“Pengendara menunjukkan karcis resmi Perumda Parkir Makassar Rp 5 ribu tapi diminta bayar Rp15 ribu, akan tetapi pungutan tersebut tidak terjadi namun tetap kami menindaklanjuti aduan itu,” kata Asrul.

Diungkapkan Asrul, hal ini memang sering terjadi di sekitar kawasan Boulevard, khususnya di sekitar Mall Panakkukang. Karena tarif yang berlaku di tepi jalan berlaku flat di banding dalam kawasan Mall yang berlaku progresif.

“Di kawasan tersebut memang sering menjadi polemik, masyarakat lebih mau berparkir di tepi jalan di banding masuk ke dalam Mall. Lantaran relatif simpel dan murah. Mudah-mudahan pengelola mal juga bisa memikirkan hal ini, sehingga persoalan parkir yang ada di kawasan tersebut bisa kita minimalisir,” tutup Asrul.

Terpisah jukir bernama Ruslan, menyampaikan bahwa kronologi kejadian tersebut berawal dari pengendara memarkir kendaraan di depan sebuah toko depan Mall MP sejak pagi, sebelum toko buka. Ketika dibuka oleh pemilik toko dan meminta kepada jukir untuk memindahkan kendaraan tersebut, marena menghalangi akses keluar masuk bongkar muat.

“Saya mulai bingung dan kesal karena mendapat teguran tersebut,” katanya.

Setelah ditunggu sekian lama, sekitar pukul 15.00 sore pemilik kendaraam tersebut keluar, dan langsung di hampiri oleh jukir.

Lalu terjadilah insiden tersebut. Namun terlepas dari kronologi tersebut, jukir mengakui kesalahanya dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

Ia mengakui tak akan mengulangi perbuatannya yang mencoreng Perumda Parkir Makassar selaku mitra yang menaunginya.

“Saya minta maaf kodong. Tidak kuulangi lagi. Saya juga minta maaf ke Perumda Parkir atas kejadian tersebut,” ucapnya.