Rabu, 17 April 2024 16:40

SK Dibatalkan, Mantan Kepsek Bulukumba: Tak Masalah, Kami Mengabdi di Mana Saja

Serah terima jabatan pejabat Pemkab Bulukumba beberapa waktu lalu.
Serah terima jabatan pejabat Pemkab Bulukumba beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembatalan SK itu tidak perlu persoalkan dan dibesar-besarkan

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Pembatalan SK pengangkatan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba menuai berbagai tanggapan publik. Bupati Bulukumba pembatalkan SK Mutasi tersebut setelah adanya Surat Mendagri Nomor 100.2.1.3/1575/SJ tanggal 29 Maret Perihal Kewenangan Kepala Daerah pada Daerah yang melaksanakan Pilkada dalam Aspek Kepegawaian.

Pemkab Bulukumba memilih dan memutuskan untuk taat asas dan menghindari polemik setelah Surat Mendagri memberikan petunjuk yang jelas terkait batas larangan melakukan penggantian pejabat pada masa tahapan Pilkada yaitu pada tanggal 22 Maret 2024. Pemkab Bulukumba dan ratusan Pemda lainnya ikut membatalkan SK mutasi karena sebelumnya ada perbedaan tafsir terkait batas waktu melakukan mutasi pada tanggal 22 Maret 2024 tersebut.

Mantan Kadis Sosial, Darmawati yang kembali (Undo) ke jabatan lamanya sebagai Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM mengaku tidak mempersoalkan pembatalan SK tersebut. Menurutnya sebagai ASN dirinya siap ditempatkan dan mengabdi di mana saja.

Baca Juga

"Pergantian jabatan dalam pemerintahan seperti ini adalah sesuatu yang biasa. Tentu pembatalan SK itu memiliki tujuan agar tidak melanggar aturan yang ada," kata Darmawati.

Sebagai ASN, Ia mengaku apa yang menjadi keputusan pimpinan seharusnya diterima dan didukung karena tidak merugikan secara materil. Ia mengajak ASN lainnya yang kembali ke jabatan lamanya untuk memahami dan menerima secara bijak apa yang menjadi keputusan pimpinan.

Hal yang sama diungkapkan, Andi Arief Budiman yang juga kena imbas pembatalan. Lurah Caile yang dipromosi menjadi kepala bidang di Dinas Sosial ini merasa biasa saja ketika dirinya kembali menjadi Lurah.

Karena menurut Andi Arief kembalinya ia ke jabatan lama dalam waktu singkat itu tidak merugikan dirinya secara pribadi.

"Kan kita dapat jabatan tidak adaji dibayar. Beda kalo ada pembayaran berarti itu merugikan ASN tersebut," kata Arief yang mengaku siap kembali bekerja sebagai Lurah Caile.

Ketika ditanya apakah ia mengharapkan nanti dirinya kembali dipromosikan jika ada mutasi berikutnya, Andi Arief menanggapi dengan bijak bahwa itu tergantung dari penilaian pimpinan.

"Sebagai ASN, amanah dan kepercayaan pimpinan harus dilaksanakan. Termasuk kita harus menerima dengan ikhlas keputusan pembatalan SK ini," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang guru ASN, Hasriati yang sebelumnya diangkat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 40 Bontonyeleng dan kembali menjadi guru biasa mengatakan tidak kecewa dengan pembatalan SK itu. Ia mengaku masih ada kesempatan lain karena masa pengabdiannya masih panjang. Bahkan menurutnya meski singkat, jabatan tersebut menjadi pengalaman berharga.

"Tidak masalah (pembatalan SK), kami siap mengabdi di mana saja," singkat Hasriani yang kembali menjadi guru di SD Negeri 206 Bontonyeleng ini.

Menurutnya, pembatalan SK itu tidak perlu persoalkan dan dibesar-besarkan karena dalam kasus ini bukan hanya Bulukumba yang melakukan pembatalan, namun banyak daerah lain juga melakukan hal yang sama demi mengikuti aturan yang ada.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Bulukumba
Berikan Komentar Anda