Agustina Pali Penderita Asam Urat, Harap JKN Temani Pengobatan Sampai Tuntas
Saat ini Agustina tercatat sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), ia mengaku tidak merasa keberatan harus membayar iuran kesehatan tiap bulannya karena banyaknya manfaat yang ia rasakan hingga saat ini
TATOR, PEDOMANMEDIA - Agustina Pali 66 tahun menderita penyakit asam urat ditemui saat menunggu antrean di puskesmas Tumbang Datu, Sangalla Utara, yang rutin mengakses layanan kesehatan dengan memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Agustina berharap program JKN menemani pengobatannya sampai tuntas.
“Awalnya terasa sakit di tulang-tulang persendian terutama kaki, apalagi kalau malam hari saat cuaca dingin. Kemudian saya memeriksakan diri ke puskesmas dan kata dokter saya menderita asam urat, sudah sejak lama saya harus bolak balik untuk periksa dan mendapatkan obat,” ujar Agustina.
Saat ini Agustina tercatat sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), ia mengaku tidak merasa keberatan harus membayar iuran kesehatan tiap bulannya karena banyaknya manfaat yang ia rasakan hingga saat ini.
“Selama ini berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan dan tidak ada kendala, berobat di Puskesmas cukup bawa kartu. Kalau lupa bawa kartunya, cukup menunjukan KTP saja untuk pendaftaran dan juga untuk pengambilan obat rutin,” katanya.
Selama ini dirinya mengaku tidak ada biaya tambahan dalam rangkaian pengobatan asam urat yang dijalaninya. Pelayanan petugas medis menurutnya cukup baik dan tidak ada perbedaan dengan pasien umum lain. Sebagian besar pasien yang berobat di Puskesmas Tumbang Datu merupakan pasien JKN.
“Sangat bersyukur mempunyai kartu BPJS Kesehatan ini karena pelayanan di sini baik dan mudah. Tidak perlu lagi membawa banyak berkas dan itu sangat membantu masyarakat di desa seperti kami ini. Biasanya petugas administrasi pendaftaran sudah hafal dan langsung bisa diproses,” paparnya.
Tidak hanya pengobatan gratis yang ia terima di puskesmas, namun ia juga mendapat manfaat lainnya. Ketika bertemu dengan pasien lain seusianya merupakan semangat tersendiri untuk bisa segera sembuh.
“Sangat terbantu kalau mungkin tidak pakai BPJS Kesehatan saya harus membayar biaya dokter dan juga obatnya padahal saya bolak-balik kesini. Kami yang berobat disini mungkin hampir semuanya pakai BPJS Kesehatan dan tidak ada kesulitan dalam berobat. Apabila ada informasi baru, petugas juga akan menjelaskan kepada pasien sehingga semua dapat mengerti,” terangnya.
“Terima kasih kepada pemerintah dan juga BPJS Kesehatan yang sudah membantu biaya pengobatan saya selama ini. Semoga pelayanan di puskesmas yang sudah baik lebih ditingkatkan lagi. Dan mungkin bagi mereka yang belum mendaftar bisa segera mendaftarkan diri dan keluarganya agar dapat menerima banyak manfaat,” tutupnya.
