Pasien Gejala Stroke Rasakan Berbagai Kemudahan saat Jalani Pengobatan dengan Program JKN
Dirinya mengungkapkan selama penggunaan aplikasi Mobile JKN tidak ada kendala yang berarti
TATOR, PEDOMANMEDIA - Luther Sirenden 70 tahun asal Buntu Kassale, Kelurahan Lamunan, Kecamatan Makale, pasien dengan gejala stroke merasakan berbagai kemudahan saat menjalani pengobatan menggunakan progran JKN. Didampingi sang anak Novianti Sirenden 48 tahun, ia menjalani pengobatan gejala stroke selama beberapa waktu ini di rumah Sakit Fatima.
“Awal mula sakit itu di beberapa bagian tubuh seperti kepala sakit, kami sempat mengira mungkin ada gangguan saraf. Setelah diperiksa oleh dokter teryata benar memang ada gangguan saraf dan termasuk gejala stroke,” ungkapnya.
Luther yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut mulai menurun hingga mengakibatkan dirinya terhambat dalam beraktivitas. Rangkaian pengobatan yang ia dapat dikatakan tidak singkat, sehingga mengharuskan rutin kontrol ke poli saraf untuk memantau kondisi kesehatan terkini.
“Sudah lama terdaftar di BPJS Kesehatan, namanya juga pensiunan PNS, kalau dulu ASKES sekarang BPJS Kesehatan, sangat merasa sangat terbantu karena kemudahan yang didapatkan ketika ke rumah sakit. Tidak ada iur biaya saat kontrol atau saat rawat inap selama ini tentu sangat meringankan, semua pelayanan yang saya terima aman dan nyaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kondisinya saat ini kian membaik, walaupun masih harus dibantu saat ini ia sudah dapat melakukan aktivitas ringan sehari-hari, berbeda dengan dulu untuk bergerak saja tidak bisa, namun sekarang sudah bisa digerakkan. Menurutnya yang penting adalah semangat untuk sembuh.
Sementara itu sang anak Sang anak turut menjelaskan kemudahan administrasi pengobatan untuk orang tuanya, dimana ia mengambil antrean pendaftaran faskes secara mudah melalui aplikasi Mobile JKN.
“Sudah lumayan lama pakai aplikasi Mobile JKN dan itu sangat banyak fiturnya. Disana juga ada kartu digitalnya sehingga kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, sudah tidak perlu mencetak lagi. Biasa digunakan adalah fitur antrean online, karena kan bapak juga tidak nyaman kalau harus menunggu lama di rumah sakit,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan selama penggunaan aplikasi Mobile JKN tidak ada kendala yang berarti. Awalnya merasa ragu namun karena mau belajar dan sering menggunakan tidak sesulit yang dibayangkan.
“Selama ini belum ada kendala yang berarti ketika pakai dan bagi pendamping pasien tentu bermanfaat, karena bisa juga untuk memantau riwayat pengobatan dan nanti bisa ditunjukan ke dokter ketika akan periksa,” paparnya.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan tentunya melalui Program JKN yang telah membantu pengobatan orang tua selama ini dan semoga program yang dijalankan terus bertambah baik sehingga banyak orang yang terbantu,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
