Selasa, 28 Mei 2024 14:46

JKN Dampingi Debora Jalani Perawatan Kanker Kulit, Keluarga: Terima Kasih BPJS

Debora Lasa (68), pasien kanker kulit yang sedang menjalani perawatan di RS Fatima.
Debora Lasa (68), pasien kanker kulit yang sedang menjalani perawatan di RS Fatima.

Dirinya berharap Program JKN akan terus ada dan lebih banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya taat untuk membayar iuran JKN.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Jamkesnews BPJS Kesehatan Cabang Makale mengunjungi Debora Lasa (68), pasien kanker kulit yang sedang menjalani perawatan di RS Fatima. Anak Debora, Fanny Tangdiria mengatakan, ibunya telah 3 minggu dirawat.

“Kondisi ibu saat itu drop sehingga saya beserta keluarga membawa masuk ke UGD. Setelah itu kami mendapatkan kamar dan dirawat inap hingga saat ini,” ujar Tangdiria.

Kendati demikian sebelumnya ia telah menjalani operasi ketika dirawat di RS Primaya Makassar, dan kini masuk fase pemulihan.

Baca Juga

Sebagai orang terdekat yang selalu mendampingi pengobatan, Fanny masih teringat jelas perjuangannya ketika harus bolak-balik dari tempat tinggalnya di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja menuju Makassar.

Bebannya terasa lebih ringan ketika ia dan ibunya terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kebetulan selama menjalani pengobatan yang berlangsung selama ini tidak ada biaya baik saat di sini maupun Makassar, kami terasa sangat terbantu. Selain itu, setiap bulannya pemerintah telah membantu iuran BPJS (iuran JKN-red) keluarga kami dan sampai saat ini mendapatkan pengobatan secara gratis pula, tidak ada kata lain selain bersyukur,” ungkapnya.

Proses operasi pengangkatan sel kanker dapat dikatakan berhasil dengan berbagai kemudahan proses administrasi.

Sebagai penanggung jawab pasien, Fanny terbantu dengan alur layanan pasien JKN yang jelas dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Menurutnya menjadi keunggulan tersendiri sebagai pasien tanggungan BPJS Kesehatan.

“Proses administrasinya sangat mudah dan tidak ada kendala yang berarti. Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Primaya, ibu mendapat perawatan di puskesmas dan rumah sakit ini. Dokter yang menangani menyarankan untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit di Makasar,” ucapnya.

Setelah mendapat penanganan, kondisi sang ibu berangsur membaik, hal tersebut membuat Fanny lega dan lebih yakin akan kesembuhan ibunya.

Dirinya bersyukur atas uluran nyata pemerintah melalui Program JKN ini. Tak terbayangkan sebelumnya sang ibu akan menderita sakit seperti saat ini. Awalnya dirinya sempat ragu dan mengira proses operasi tersebut akan memakan banyak biaya, namun hal sebaliknya yang terjadi.

“Selama ini tidak ada masalah yang besar dan hingga sekarang kalau mau berobat masih bisa pakai BPJS Kesehatan. Keluarga sudah tidak khawatir akan biaya yang timbul karena sudah dijamin oleh pemerintah. Semoga saja hingga sembuh masih bisa berobat secara gratis ke depannya,” katanya.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai layanan kesehatan yang didapat selama ini, ia tak ragu mengatakan sudah cukup baik. Namun dirinya berkeinginan agar suatu saat nanti pemerintah dapat menambah sarana prasarana kesehatan terutama yang tinggal di pedesaan.

Di akhir perbincangan Fanny tak lupa mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu dan mendampingi pengobatan sang ibu.

Dirinya berharap Program JKN akan terus ada dan lebih banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya taat untuk membayar iuran JKN.

“Mungkin saat ini jika sedang sehat tidak merasa membutuhkan BPJS Kesehatan, namun suatu saat ketika sakit pasti membutuhkan. Seperti ibu saya yang saat ini sedang sakit dan butuh perawatan tentu sangat membutuhkan, mengingat biaya operasi serta perawatan hingga saat ini tentu sangat mahal. Tidak ada kata terlambat untuk mendaftarkan diri untuk ikut BPJS Kesehatan,” tutupnya.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Muh. Syakir
#BPJS Kesehatan #Program JKN
Berikan Komentar Anda