Rabu, 29 Mei 2024 11:51

Warga Soroti Proyek Sport Center Tanasitolo Wajo: Habis Rp600 Juta, tak Bisa Difungsikan

DPRD Wajo menerima aspirasi pengunjuk rasa.
DPRD Wajo menerima aspirasi pengunjuk rasa.

H Mustafah, meminta agar inspektorat transparan dalam hasil pemeriksaannya dan hasil temuan itu juga diserahkan ke DPRD Wajo.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Puluhan warga Kecamatan Tanasitolo berunjuk rasa di Gedung DPRD Wajo, Selasa (28/5/2024). Mereka menyoroti proyek Sport Centre di Kelurahan Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, yang terbengkalai.

Pengunjuk rasa mendesak Dewan menyikapi persoalan ini. Mereka menilai, ada ketimpangan dalam penggunaan anggaran yang menyebabkan proyek tidak bisa difungsikan.

Koordinator aksi, Rahmatullah, mengadukan sejumlah kejanggalan dan kekecewaan masyarakat Tanasitolo pada pembangunan Sport Center yang menelan anggaran cukup besar.

Baca Juga

"Sport Center yang ada sekarang tidak layak untuk dipakai, karena di sana ada banyak batu pondasi, tumbuh rumput liar, bahkan ada kayu yang tadinya kecil sekarang sudah tumbuh besar, akibat kelalaian dari pihak kontraktor," ungkapnya.

Padahal kata Saifullah, saat proses pembangunan, dia dan warga sudah turun ke lokasi menyampaikan hal itu. Mereka telah memberikan gambaran kepada pelaksana proyek bahwa lokasi Sport Center adalah bekas bangunan pasar.

Sehingga, banyak pondasi dan beton di lapangan. Seharusnya kata Saifullah, lapangan ditimbun sebelum ditanami rumput.

"Kami juga sudah meminta mediasi ke anggota Dewan supaya diperbaiki agar bisa berfungsi, Namun hasilnya nihil. Pihak kontraktor juga tidak menghiraukan. Jadinya, Sport Center sekarang dikerja asal-asalan," sebutnya.

"Kami heran, dua kali penganggaran dengan anggaran Rp seen641 juta di tahun 2023, tapi hasilnya tidak bisa digunakan. Karena itu kami juga mempertanyakan ke Inspektorat, terkait hasil pemeriksaaannya beberapa waktu lalu," tambah Saifullah.

Menanggapi aspirasi warga, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporapar Wajo, Andi Hasninton menyampaikan, bahwa pada prinsipnya masalah tersebut sudah lama diketahui dan didiskusikan untuk mencari solusinya.

"Kami bertanggung jawab penuh atas permasalahan ini, termasuk kontraktornya," tegasnya.

Terkait timbunan, Hasninton menjelaskan telah melihat RAB dan memang di RAB tidak ada pekerjaan timbunan. "Tapi kami akan menyampaikan masukan ini pada pimpinan ami untuk menfollow up aspirasi hari ini," jelasnya.

Sementara Inspektorat pembantu wilayah IV Kabupaten Wajo, Andi Sahar, mengaku, telah turun melakukan pemeriksaan fisik dan keuangan. Hanya saja hasilnya belum bisa diekspose.

"Kami belum bisa memberikan kesimpulan karena masih melakukan hasil analis, setelah analisis terbit, Baru kita ekspos ke Disporpar terkait temuan kami. Insya Allah hari Senin," katanya.

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Wajo, H Anwar MD, mengungkapkan, program pembangunan Sport Center jauh hari sudah muncul sejak 2021, tapi karena adanya pandemi Corona anggaran pemeliharaan di hapus.

"Nanti di tahun 2023 baru disahkan anggarannya" jelas legislator Nasdem dari dapil Tanasitolo-Majauleng itu.

Sementara anggota DPRD yang juga dari Fraksi Nasdem, H Suriadi Bohari, sangat menyayankan hal ini, mengingat pembangunan yang diharapkan jauh dari ekspektasi.

"Padahal ini sudah diinterpensi dengan anggaran besar. Dispora tolong diinterpensi ini apalagi tadi sudah menyampaikan akan bertanggung jawab penuh," tegasnya.

Senada, anggota Fraksi Gerindra DPRD Wajo, H Mustafah, meminta agar inspektorat transparan dalam hasil pemeriksaannya dan hasil temuan itu juga diserahkan ke DPRD Wajo.

"Tolong periksa baik-baik, dan hasil pemeriksaan serahkan juga pada kami-kami secepatnya. Harus transparansi," tegasnya.

Ketua penerima aspirasi, Ir H Sudirman Meru, menyampaikan apresiasi atas aspirasi warga Tanasitolo dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Wajo #DPRD Wajo
Berikan Komentar Anda