Program JKN Teman Setia Agnes Jalani Pengobatan Diabetes
Dirinya menjelaskan jika iuran JKN yang selama ini tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang diterima
TATOR, PEDOMANMEDIA - Agnes Laen Paonganan lansia 73 tahun peserta JKN asal Kecamatan Rembon, Tana Toraja menceritakan program JKN menjadi teman bagi dirinya saat menjalani pengobatan diabetes. Ditemui Jamkesnews kesehatan cabang Makale, beberapa waktu yang lalu saat dirinya sedang menunggu di rumah sakit Fatima Makale, ia membagikan pengalamannya menggunakan program JKN.
“Sekarang harus berobat kesini dua minggu sekali karena sakit diabetes biasanya diantar ojek. Sebelumnya saya tidak mengira saya akan sakit seperti ini, ternyata kebiasaan saya waktu dulu saat muda yang suka makanan manis membawa masalah besar sekarang,” terangnya.
Menjadi peserta JKN dengan kepesertaan keluarga dari pensiunan TNI menjadi berkah tersendiri, pasalnya ia tidak pernah mengeluarkan iuran biaya ketika berobat. Baginya, kehadiran Program JKN sudah menjadi teman setia yang mendampinginya berobat diabetes selama ini. Keinginannya untuk bisa sehat seperti sediakala menjadi semangat tersendiri.
“Sangat bersyukur mempunyai BPJS (Kepesertaan JKN-red) ini karena selama ini sangat membantu dalam biaya pengobatan diabetes. Tidak terpikirkan berapa banyak uang yang harus disiapkan untuk membayar dokter dan juga membeli obat. Selama ini saya tidak pernah mengeluarkan biaya besar sehingga terasa sangat lega,” ucap Agnes.
Sakit diabetes bukan hal yang baru bagi Agnes, selama berpuluh tahun harus melawan penyakit yang identik kadar gula darah yang tinggi. Pelayanan kesehatan sebagai pasien JKN menurutnya sudah cukup baik ditambah dengan mudahnya administrasi membuatnya merasa puas, transformasi pelayanan dari BPJS kesehatan untuk menghadirkan pelayanan mudah, cepat dan setara dirasa cukup sukses.
“Tidak ada perbedaan dengan pasien lainnya, selama berobat semuanya lancar dan sudah bagus. Sekarang tidak perlu membawa fotokopi, hanya membawa KTP sudah bisa berobat. Saat berobat di rumah sakit Fatima atau di Puskesmas Rembon saya biasa dibantu oleh petugas untuk mendaftar pengobatan,” ungkapnya.
Tak hanya mewujudkan pelayanan kesehatan prima, BPJS kesehatan cabang Makale juga menghadirkan program Pengelolaan Penyakit Kronis (Pronalis) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup peserta JKN. Program tersebut juga diikuti oleh Agnes dengan kegiatan senam sehat rutin di Puskesmas Rembon.
Agnes menuturkan kondisi kesehatanya semakin membaik karena hidup sehat yang ia terapkan dengan pola makan ditambah olah raga.
“Terima kasih BPJS Kesehatan yang sudah hadir untuk membantu para pasien diabetes untuk mendapatkan pengobatan dan juga kegiatan senam selama ini. Semoga saja saya terus sehat dan bisa ikut serta kegiatan senam tersebut,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan jika iuran JKN yang selama ini tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang diterima. Tidak pernah ada rasa sesal atau kecewa selama menjalani proses pengobatan, ia juga berharap peserta lain juga tertib dalam membayar kewajiban iuran tiap bulannya agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
“Sekarang mungkin banyak masyarakat merasa berat dengan biaya pengobatan ketika sakit. Namun bisa disiasati dengan ikut BPJS (Program JKN-red), sehingga ketika sakit tidak perlu lagi bingung mencari biaya. Saya tidak ingin merepotkan siapapun sehingga saya akan terus ikut program ini,” tuturnya.
Agnes berpesan kepada masyarakat Tator yang belum menjadi peserta JKN agar segera mungkin mendaftarkan diri. Ketika seseorang sedang sehat dengan membayarkan iuran secara rutin, berarti dia sedang membantu yang sedang sakit begitu juga sebaliknya. Menjadi peserta JKN merupakan pilihan yang tepat untuk melindungi kesehatan. Namun walaupun sudah terdaftar, penting bagi peserta sedari dini untuk menjaga pola makan dan hidup sehat.
“Semoga BPJS Kesehatan semakin sukses untuk membantu masyarakat terutama yang membutuhkan pengobatan. Setidaknya mereka akan merasa ringan karena sudah terjamin akan mendapatkan pengobatan gratis. Saya berharap BPJS Kesehatan tetap mendampingi pengobatan diabetes nantinya,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
