Kamis, 30 Mei 2024 14:10

Dua Tahun Ida Jalani Cuci Darah di Dampingi JKN

Ida saat ditemui tim Jamkesnews BPJS kesehatan Makale
Ida saat ditemui tim Jamkesnews BPJS kesehatan Makale

fasilitas kesehatan semakin membaik dan secara bertahap mulai lengkap, terbukti dimana dulu ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh ke kota Makasar tepatnya di Rumah Sakit Wahidin untuk melakukan cuci darah

TATOR, PEDOMANMEDUA - Tim Jamkesnews BPJS kesehatan cabang Makale bertemu dengan Ida Agustiawati 40 tahun, saat ditemui di ruang hemodialisa di RS Lakipadada, Senin (27/05), dalam dua tahun terakhir ini Ida menjalani prosedur cuci darah sejak divonis gagal ginjal pada tahun 2022 lalu. Ida merupakan warga Rantepao, Toraja Utara salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2015 dengan kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu.

“Sudah dua tahun saya rutin cuci darah biasanya dua kali dalam seminggu, sudah tidak terhitung berapa kali saya memanfaatkan JKN, memang beberapa kali drop namun karena dukungan dari keluarga saya tegar kembali,” ungkapnya.

Menurut Ida kini fasilitas kesehatan semakin membaik dan secara bertahap mulai lengkap, terbukti dimana dulu ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh ke kota Makasar tepatnya di Rumah Sakit Wahidin untuk melakukan cuci darah. Tentu memerlukan biaya akomodasi yang tidak sedikit, namun sekarang ia dapat menjalani cuci darah di Rumah Sakit Lakipadada yang relatif dekat rumah.

Baca Juga

Satu hal lagi yang membuatnya tenang dalam menjalani prosedur cuci darah secara rutin karena tidak ada iur biaya yang perlu dikeluarkan. Jika pasien umum harus mengeluarkan biaya jutaan dalam prosedur cuci darah, baginya dengan rutin membayar iuran setiap bulannya ia sudah mendapatkan banyak manfaat JKN, program ini sudah menanggung penuh biaya cuci darah sesuai prosedur berlaku.

“JKN banyak manfaatnya pelayanan cepat tanpa dipersulit, sampai saat ini kita merasa puas saat menjalani cuci darah di RS Lakipadada maupun Wahidin. Dokter dan perawat baik, masalah pengobatan selama dua tahun cuci darah seluruhnya dijamin JKN, bayangkan saja kalau memakai uang sendiri berapa banyak yang harus kita keluarkan,” terangnya.

Iuran yang dibayarkan secara rutin memang tidak dirasakan saat kondisi masih sehat, namun menurut Ida dengan iuran yang dibayarkan scera rutin sudah membantu peserta JKN lain yang tengah mengakses layanan kesehatan dan membutuhkan biaya pengobatan. Melihat kemudahan yang didapat tidak ada kata selain rasa terima kasih khususnya kepada pemerintah yang tetap berkomitmen hadirkan layanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat.

“Biaya cuci darah sekali terapi mungkin jika dihitung tidak sebanding dengan iuran bulanan yang dibayarkan. Hal itu tidak terlepas dari bantuan pemerintah dan peran JKN selama ini, sehingga bagi pasien rutin cuci darah saat ini masih dapat menikmati fasilitas yang luar biasa,” paparnya.

Sebagai salah satu pasien yang dapat dikatakan sering bolak-balik ke rumah sakit, Ida tidak pernah mengalami kendala yang berarti. Mulanya, ia merasa sedikit kebingungan dengan alur pengobatan, namun seiring waktu berjalan ditambah transformasi mutu layanan BPJS Kesehatan membuatnya semakin mudah. Dirinya merasakan perkembangan layanan kesehatan yang saat ini identik dengan cardless atau tanpa kartu.

“Senang sekali, kalau berobat saat ini tidak memerlukan banyak berkas dan bisa menggunakan KTP saja, walaupun saya masih menyimpan kartu JKN. Selama ini juga banyak dibantu oleh petugas jika kebingungan atau sekedar menanyakan mengenai informasi layanan JKN,” terangnya.

Ida mengaku saat ini kondisinya jauh membaik karena patuh dengan prosedur pengobatan dan juga saran dokter untuk menerapkan pola hidup sehat. Tidak lupa ia berharap agar program JKN tetap menjadi “teman” setia sehingga bisa menjadi penyemangat tersendiri bagi pasien cuci darah.

“Semoga pemerintah tetap memperhatikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama untuk pasien cuci darah yang mempunyai jadwal teratur,” harap Ida.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Redaksi
#Program JKN
Berikan Komentar Anda