Jumat, 05 Juli 2024 08:08

Pabrik Aspal di Bone Kembali Dikeluhkan, Debu-Asap Hitam Berbau

Pabrik aspal di Bone yang mengeluarkan asal hitam hingga ke permukiman.
Pabrik aspal di Bone yang mengeluarkan asal hitam hingga ke permukiman.

Warga menginginkan segera ada solusi atau perbaikan dari pihak pabrik, agar aktivitas pengolahan aspal tidak berdampak polusi udara ke permukiman.

BONE, PEDOMANMEDIA - Pabrik Pengolahan Aspal di Desa Passippo Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulsel kembali dikeluhkan warga. Pasalnya aktivitas pabrik ini berdampak polusi debu dan asap hitam berbau yang mengancam kesehatan warga sekitar.

"Lagi-lagi Pabrik Aspal PT Ridwan Jaya Lestari memberikan dampak polusi bagi pemukiman warga sekitar pabrik," keluh salah satu warga setempat Samsu kepada PEDOMANMEDIA, Jumat pagi (5/7/2024).

Lebih lanjut Samsu menyebutkan, meskipun aktivitas pabrik menggunakan corong asap, tetap saja debu dan asap berbau mengganggu warga sekitar. Aktivitas ini disebutnya sudah berlangsung beberapa hari namun semakin hari semakin banyak debu dan asap berbau.

Samsu menduga pihak pabrik melakukan operasi pengaspalan tanpa memperhatikan dampak polusi bagi warga. Ia juga tak melihat adanya perbaikan pada pabriknya, yang sebelumnya menjanjikan akan mendatangkan alat baru yang ramah lingkungan.

"Ditambah operasi pabrik aspal di mulai jam 9 pagi sampai jam 8 malam, membuat warga mengeluh karena tidak bisa menjemur pakaian di luar rumah karena polusi. Lebih-lebih dampak bagi kesehatan warga sekitar," lanjutnya.

Warga meminta pihak pabrik untuk serius melakukan pembenahan pabrik aspal yang ramah lingkungan sebagaimana yang telah dijanjikan sebelumnya. Agar aktivitas pabrik dapat berjalan lancar dan tidak mengancam kesehatan warga.

"Butuh perhatian Pemerintah untuk menjaga lingkungan sehat bagi warga sekitar pabrik aspal,"tambahnya.

Hingga berita ini dirilis PEDOMANMEDIA, pihak terkait belum berhasil dikonfimasi.

Diberitakan sebelumnya, Pabrik Aspal di Desa Passippo, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, debu hitam yang diduga berasal dari aktivitas pabrik tersebut sudah makin parah hingga masuk di rumah warga.

"Parah (debu diduga dari aktivitas pabrik pengolahan aspal Passippo) karena sudah masuk dalam rumah. Tidak ada perbaikan atau solusinya dari pihak pabrik," keluh salah satu warga setempat, Samsu kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (15/9/2023).

Lebih lanjut alumni IAIN Bone ini menyebutkan, aktivitas pengolahan aspal yang tidak jauh dari tempat tinggalnya itu sudah beroperasi sejak lama. Hanya saja, kata dia, dua pekan terakhir ini debu yang diduga dari aktivitas pabrik aspal tersebut makin parah.

"Sudah lama (beroperasi), tapi ini debunya sangat banyak dari sebelumnya. Sekitar 2 mingguan yang parah. Meskipun sebelumnya hanya di sekitar pekarangan atau teras rumah saja," ungkapnya.

Keluhan warga ini juga telah diadukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone. Meskipun pihak Dinas telah turun ke lokasi, namun hingga saat ini belum membuahkan solusi seperti yang diinginkan masyarakat.

Warga menginginkan segera ada solusi atau perbaikan dari pihak pabrik, agar aktivitas pengolahan aspal tidak berdampak polusi udara ke permukiman. Bahkan meminta dipindahkan jika masih terus berdampak polusi udara.

"Kalau masih beroperasi dan debunya masih masuk dalam rumah, warga inginkan agar diberhentikan atau dipindahkan saja,"pungkasnya.

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer