Cegah Gagal Panen, Kadis TPHP Bone Bakal Bentuk Satgas POPT?
Satgas POPT sebagai salah satu upaya mencegah petani alami gagal panen karena serangan OPT
BONE, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone Andi Asman Sulaiman memberi perhatian terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di wilayahnya. Satgas ini sebagai salah satu upaya mencegah gagal panen.
"Insya Allah, kita telah koordinasikan" ungkap Andi Asman Sulaiman singkat kepada PEDOMANMEDIA saat ditanya seputar kebutuhan dan ancang-ancang pembentukan Satgas POPT di Kabupaten Bone, Kamis (12/10/2024).
Informasi dihimpun PEDOMAN.MEDIA, POPT di Kabupaten Bone hanya berjumlah belasan orang. Belasan pengamat ini tidak cukup untuk mendukung semua kegiatan pengamatan OPT, sehingga tidak maksimal dalam menjalankan tugas pengamatan OPT.
Satgas POPT ini sebagai salah satu upaya mencegah petani alami gagal panen karena serangan OPT. Satgas ini berupaya mengendalikan atau meminimalisir dampak serangan OPT secara cepat, efektif, efisien, serta ramah lingkungan.
Diberitakan media ini, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara akan membentuk sebuah formasi khusus, yaitu Satgas POPT. Pembentukan Satgas POPT ini dilatarbelakangi oleh kurangnya POPT di Luwu Utara.
Saat ini, baru ada 6 POPT. Sehingga dibutuhkan terobosan untuk mengatasi masalah tersebut.
“Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengamat OPT yang hanya berjumlah 6 orang untuk memantau pertanaman setiap musim tanam, khususnya padi,” ungkap Kabid Tanaman Pangan, Abdul Muchtar, Selasa (9/7/2024), di Masamba.
Muchtar menyebutkan, jumlah pengamat OPT yang ada saat ini tidak cukup untuk mendukung semua kegiatan pengamatan OPT di Luwu Utara, dengan luas padi 22.413 Ha.
Apalagi, kata dia, di tengah kondisi cuaca atau fenomena iklim saat ini yang juga tidak bisa diprediksi, sehingga mengakibatkan intensitas serangan OPT juga diprediksi bakal meningkat.
"Untuk menjawab permasalahan ini, maka dibentuklah Satgas POPT yang kami harapkan nanti mampu menjadi mitra petani dalam melakukan pemantauan, identifikasi, serta pemetaan OPT,” jelas pria yang akrab disapa Babe ini.
Menurutnya, pembentukan Satgas POPT ini bukan tanpa pertimbangan yang jelas. Diharapkan, dengan adanya satgas ini akan sangat berguna dalam pengendalian OPT secara cepat, efektif, efisien, serta ramah lingkungan.
"Ini juga sekaligus untuk meminimalisir dampak dari serangan OPT, serta yang paling penting, untuk menghindari gagal panen,” jelas mantan Koordinator BPP Mappedeceng ini.
Untuk diketahui, Satgas POPT ini adalah bagian dari Aksi Perubahan yang digagas Abdul Muchtar, yang saat ini tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 2 yang diselenggarkan oleh PPSDM Kemendagri Regional Makassar.
Aksi Perubahan berupa pembentukan Satgas POPT ini, dilaksanakan dalam rangka mengatasi permasalahan dampak serangan OPT yang dihadapi petani, khususnya petani yang bergerak di sektor komoditi tanaman pangan di kabupaten Luwu Utara.
