Redaksi : Selasa, 16 Juli 2024 15:46
Coffee morning di taman kantor DTPHBun Sulsel

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHBun) terus berupaya mendorong kemandirian benih sektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, Selasa (16/07/2024). Inisiatif ini merupakan bagian dari inovasi yang dilakukan sesuai dengan arahan Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Dalam sebuah Coffee Morning yang diadakan di taman kantor DTPHBun Sulsel, Selasa (16/07/2024), Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHBun) Sulsel, Imran Jausi, memaparkan program prioritas Pemprov Sulsel di bidang pertanian. 

Imran menjelaskan bahwa mandiri benih merupakan salah satu inovasi yang dipilih dan telah diterapkan sejak tahun lalu untuk tanaman pangan.

"Bapak Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan telah mengeluarkan edaran agar setiap OPD menginisiasi satu inovasi. Menindaklanjuti arahan tersebut, mandiri benih menjadi fokus kami yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu untuk tanaman pangan," ujar Imran kepada awak media, Selasa (16/07/2024).

Kegiatan coffee morning juga dihadiri kepala bidang Humas Diskominfo Sulsel, Fitra, serta jajaran DTPHBun Sulsel termasuk Sekretaris, Kepala Bidang, dan pejabat terkait lainnya. 

Imran menekankan bahwa inovasi mandiri benih ini bukan hanya untuk tanaman pangan, tetapi juga sedang dikembangkan untuk sektor hortikultura dan perkebunan. 

"Kami berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada benih dari luar Sulsel. Dengan mandiri benih, kami dapat memenuhi kebutuhan benih berkualitas untuk para petani secara mandiri dan tidak perlu mendatangkan dari luar," tambahnya.

Imran juga mengungkapkan bahwa dalam mendukung kemandirian benih ini, DTPHBun Sulsel melibatkan petani penangkar di 16 IKB pada 10 kabupaten di Sulsel. 

Saat ini, sektor hortikultura yang didorong dalam program mandiri benih meliputi nangka, nanas, pisang, cabai, dan lainnya.

Untuk meningkatkan optimalisasi program ini, DTPHBun Sulsel telah membentuk dua BLUD yaitu BLUD Balai Benih Tanaman Pangan dan BLUD Balai Benih Hortikultura. Rencananya, akan dibentuk lagi BLUD pada Balai Benih Perkebunan.

Dengan adanya BLUD, DTPHBun Sulsel berharap dapat memaksimalkan penyediaan benih yang berkualitas dan fleksibel. 

Selain itu, untuk mengatasi dampak perubahan iklim, DTPHBun Sulsel telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI untuk mendapatkan bantuan pompanisasi dan sumur bor, serta dukungan APBD untuk mengantisipasi dampak banjir dan kekeringan.