TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala BPKAD Pemkab Tator Margaretha Batara bungkam mengenai rencana dom mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Tator. Dua kali dikonfirmasi, Margaretha menolak memberi penjelasan.
"Belum bisa wawancara, nanti di kantor. Belum bisa hari ini, kami masih karantina, barusan perjalanan," ujar Margaretha, Senin (25/01/2021).
Ini kali kedua Margaretha dikonfirmasi mengenai rencana dom itu. Sebelumnya pada Sabtu ia sudah berjanji untuk menjelaskan perihal isu dom mobil dinas jenis Toyota Alphard dan Jeep Rubicon itu.
Namun, pernyataan tersebut masih sebatas janji. Sampai saat ini, ia belum memberikan keterangan mengenai hal tersebut. Ia sepertinya masih enggan berkomentar.
"Kalau mau wawancara, bisa datang di kantor yah," katanya Sabtu (23/01/2021).
Senin, (25/01/2021) ketika dihubungi kembali untuk mengonfirmasi waktu untuk wawancara, ia masih juga menolak dengan alasan sedang karantina.
Sebelumnya beredar kabar soal rencana mengalihkan kepemilikan dua mobil dinas Bupati Nicodemus Biringkanae dan Wabup Victor Datuan Batara jenis Toyota Alphard dan Jeep Rubicon. Dua mobil mewah itu rencananya akan dibalik nama jadi milik pribadi bupati dan wabup.
Kendaraan mewah itu akan dibalik nama (dom), jadi milik pribadi Nivi (akronim Nicodemus-Victor). Kabar itu menjadi perbincangan di sejumlah warung kopi di Tator.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Randis Alphard Nicodemus harganya kurang lebih Rp1 miliar. Begitu juga Randis Rubicon Victor, anggaran pengadaannya lewat APBD mencapai Rp1 miliar.
Kabar dom itu ternyata dibenarkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tator, Semuel T Bura.
"Nanti kalau sudah final, pasti ada tembusan ke saya bos. Salama' iya ada info, tapi progres seperti apa saya belum dapat surat," aku Semuel. (Novika Arrang Rani)