Redaksi : Jumat, 09 Agustus 2024 20:07
Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Lutra, Djalaluddin Dalami dan Bupati Indah komitmen merestorasi Jeruk Malangke. (Foto:IST)

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Pemda Luwu Utara serius mengembalikan kejayaan Jeruk Malangke (Jerman) sebagai komoditi pertanian unggulan. Melalui berbagai inisiatif, termasuk Focus Group Discussion (FGD) diharapkan Jerman dapat mendukung peningkatan ekonomi daerah.

"Tujuan lain dari aksi perubahan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang tata cara budidaya jeruk Malangke yang baik dan benar, serta bagaimana mewujudkan pengendalian hama dan penyakit secara optimal," jelas Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Lutra, Djalaluddin Dalami yang akrab disapa Dije, Selasa (06/08/2024).

Dalam rangka merestorasi kejayaan Jerman, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara telah mengangkat isu ini dalam aksi perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) PPSDM Kemendagri Regional Makassar. 

Aksi ini dipelopori Djalaluddin Dalami yang tengah mengikuti kegiatan PKA tahun 2024.

Djalaluddin menegaskan bahwa upaya ini tidak main-main. Sebagai langkah awal, Dinas Pertanian telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Warkop Daeng Aziz, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, yang dihadiri 26 stakeholder terkait, termasuk akademisi dari Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo dan Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).

Dalam FGD tersebut, fokus pembahasan adalah penyusunan pedoman Good Agricultural Practice (GAP) untuk budidaya jeruk Malangke. 

Restorasi Jerman diharapkan dapat meningkatkan kinerja Pemda serta menjadi masukan bagi stakeholder dalam pengembangan jeruk di Kabupaten Luwu Utara. 

Djalaluddin optimis bahwa penerapan Good Agricultural Practice (GAP) akan menghasilkan jeruk berkualitas, aman dikonsumsi, dan bebas hama, sehingga produksi dan produktivitas meningkat, serta lingkungan tetap terjaga.

Dukungan terhadap aksi ini datang dari berbagai pihak termasuk Dekan Fakultas Pertanian Unanda Palopo, Naima Haruna.

Haruna menyatakan dukungannya terhadap program restorasi Jerman.

"Unanda Palopo sangat mendukung upaya Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara. Kami bahkan memasukkan mata kuliah tanaman jeruk sebagai komoditi unggulan," terangnya.

Selain itu peneliti jeruk dari Unanda Palopo, Taruna Shafa Arzam AR menekankan pentingnya kajian roadmap pengembangan Jerman, termasuk pengembangan plasma nutfah varietas jeruk siam Malangke melalui kultur organ (KUOR).

Tidak ketinggalan, Dosen Fakultas Pertanian UNCP, Safaruddin mengingatkan agar Dinas Pertanian memperhatikan faktor-faktor pendukung seperti kualitas bibit dan kondisi tanah. 

"Perhatikan bibitnya, jangan ditanam tanpa melihat kondisi tanah dan kondisi pertanamannya," ujarnya.

FGD ini dibuka oleh Kadis Pertanian, Made Sudana, dan dihadiri oleh Camat Malangke, Mursalim, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait, termasuk Bapperida, DP2KUKM, DPKP, POPT, Pengawas Benih BPSB Sulsel, para Penyuluh Pertanian, Petani Milineal, serta petani Jeruk Malangke.