ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unimen) Yunus Busa angkat bicara soal mahasiswanya yang mengaku ditelantarkan. Pasalnya, mahasiswa tersebut mengaku dijanji oleh pihak kampus, namun tak ditepati.
"Mengenai wisuda sisa menunggu waktu, sebab selama ini memang betul-betul kami fokus pada perubahan nama dan status dari sebelumnya STKIP Muhammadiyah Enrekang menjadi Universitas Muhammadiyah Enrekang semua energi,upaya terserap disitu civitas akademik kampus betul betul fokus ke perubahan nama sehingga otomatis ada hal hal-lain yang tertunda," ungkapnya, Sabtu (30/1/2021).
"tetapi sejak 19 Februari 2020 sudah berubah menjadi Universitas, sehingga kita kembali fokus ke semua aktivitas kampus termasuk kegiatan wisuda dan paling lama satu bulan ke depan kami akan melakukan wisuda terhadap kurang lebih 200 orang mahasiswa," jelasnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa harus pahami bahwa wisuda itu sama halnya dengan resepsi pernikahan, yudisium itu sama dengan ijab kabul kalau sudah yudisium sudah bisa ambil ijazah walaupun belum di wisuda.
"Sedangkan mahasiswa kami sudah di yudisium. Setelah di yudisium kapanpun bisa ambil ijazahnya sehingga disesalkan oknum mahasiswa yang memberikan informasi yang tidak tuntas," jelasnya.
Sebelumnya, salah seorang Mahasiswa Unimen mengaku ditelantarkan dan juga sangat dirugikan sebab seharusnya sudah selesai wisuda dan menerima ijazah tahun. 2018.
"Namun kami hanya dijanji saja sampai detik ini kami belum mendapatkan kepastian kapan kami di wisuda dan kapan kami menerima ijazah," ucap mahasiswa yang enggan dimediakan namanya itu.
"Kami sudah melewatkan beberapa kali momen penting dalam menatap masa depan kami. Peluang untuk mendaftar dalam perekrutan CPNS harus kandas gara-gara belum memiliki ijazah," tambahnya.
Di elaskan juga bahwa sudah beberapa kali sanak keluarganya yang bekerja di perusahaan di Pulau Kalimantan mengajak untuk melamar kerja di perusahaan swasta.
"Namun lagi-lagi keinginan keluarga untuk mengajak kandas gara-gara saya belum memiliki ijazah sarjana," jelasnya.