Tim Transisi Danny-Fatma Terbentuk, Pekan Depan Sudah Mulai Bekerja
Keberadaan tim transisi membantu mempercepat program kerja yang akan dilakukan wali kota terpilih usai dilantik dan disahkan menjadi pemimpin pemerintahan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto-Fatmawati Rusdi telah membentuk tim transisi. Tim yang terdiri dari 5 orang itu dipastikan bekerja pekan depan.
Salah satu tim transisi Danny-Fatma dari Ahli Hukum Tata Negara Unhas, Prof Aminuddin Ilmar mengungkapkan dua nama baru yang baru bergabung.
“Ada lima orang yang sudah ditentukan yakni Prof Yusran Yusuf, Prof Aminuddin Ilmar, Ust Iqbal Djalil, Prof Anwar dari UNM dan Prof Tahir Kasnawi,” ungkapnya, Sabtu (30/1/2021).
Ia mengungkapkan, tim transisi itu akan bekerja mulai pekan depan. Dimana ia akan mengevaluasi kinerja jajaran OPD Pemkot Makassar. Kemudian disesuaikan dengan program strategis yang akan dilaksanakan Danny-Fatma ke depan.
Kata dia, keberadaan tim transisi membantu mempercepat program kerja yang akan dilakukan wali kota terpilih usai dilantik dan disahkan menjadi pemimpin pemerintahan.
“Tugas utamanya membantu wali kota terpilih dalam melaksanakan proses transisi pemerintahan khususnya berkenaan pelaksanaan program strategis,” ujarnya
“Bagaimana mensinkronkan program yang selama ini jalan di Pemkot dengan program strategis dari wali kota terpilih,” tambahnya.
Ia menjelaskan tugas tim transisi ini bukan perseorangan melainkan kerja tim yang akan membantu wali kota untuk bisa dengan cepat mempersiapkan semua kebutuhan dan menyesuaikan diri setelah menerima jabatan dari pemerintahan sebelumnya.
“Tidak ada tugas perseorangan itu tugas tim dan kolektip,” terangnya.
Usai Danny-Fatma dilantik, tim transisi akan menjadi Tim Penta Helix dengan melibatkan beberapa tokoh masyarakat, politisi, kaum millenial, termasuk akademisi.
“Tim Penta Helix ini akan mengawal 24 program strategis Danny-Fatma. Maka diharapkan OPD punya daya kawal untuk betul-betul menjalankan program strategis tersebut,” jelas Prof Aminuddin.
