JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Bank Dunia mengingatkan negara-negara di dunia agar mengambil langkah fundamental dalam mengatasi dampak pandemi. Sebab ekonomi dunia diramal masih bisa terpuruk dalam beberapa tahun mendatang.
"Negara negara di dunia harus mencari jalan keluar. Harus ada kebijakan yang efektif. Investasi harus didorong. Kalau tidak, dampak pandemi ini bisa sampai bertahun-tahun," ujar Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu dalam diskusi, Sabtu (30/1/2021).
Menurut Mari, pemulihan ekonomi dimulai dari sekarang. Tahun ini menentukan arah perekonomian dunia. Kata dia, jika vaksin mampu menciptakan kekebalan kelompok, akan sedikit menolong proses pemulihan.
Namun kata Mari, itu saja tidak cukup. Komponen ekonomi harus bangkit. Industri dan investasi mesti bergerak untuk menopang seluruh sendi.
"Kalau tidak, kita akan mundur jauh. Dan akan butuh waktu panjang untuk memulihkan ekonomi. Apalagi kita mengalami resesi cukup hebat di akhir tahun lalu," papar Mari.
Ia mengatakan, sebelum pandemi Corona pun kondisi investasi global sudah menunjukkan adanya penurunan. Ia menyebutkan dunia sudah mengalami krisis sejak 2018. 2019 proses pemulihan sedang dilakukan, namun belum sampai normal, hingga Corona menghantam dunia.
Akibatnya terjadi krisis bertahap yang berkepanjangan. Ini yang membuat ekonomi dunia berdarah darah. Mari menyebut kondisi investasi global semakin terpuruk.
"Kita akan lihat kerja pemulihan pandemi. Kalau vaksin ini efektif mungkin 2022 ekonomi bisa membaik. Tapi kalau vaksin tetap tak menunjukkan kurva Corona dunia, kontraksinya bisa sampai 4 atau 5 tahun. Bahkan 10 tahun," papar Mari.
Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia tumbuh 4% di tahun 2021 ini. Akan tetapi pertumbuhan juga bisa minus jika laju pandemi tak bisa dihentikan.
Vaksin lagi lagi kata Mari, akan menentukan upaya percepatan pemulihan. Setidaknya hingga akhir 2022 vaksin sudah harus menyentuh 70 persen populasi penduduk bumi.
"Artinya 2021 minimal menyentuh 50 persen. Jika vaksin hanya mampu menyentuh 10 persen dari populasi maka akan terjadi kondisi yang lebih mengkhawatirkan," jelasnya.
BERITA TERKAIT
-
Efek Perang, IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bakal Lebih Buram Tahun ini
-
Waspada! Bank Dunia Beri Peringatan Resesi Sudah di Depan Mata
-
PPKM Dicabut, tak Perlu Lagi WFH tapi Vaksin-Masker Tetap Lanjut
-
Bank Dunia Ingatkan Ancaman Resesi di 2023, Bisakah Indonesia Selamat?
-
Pasca Penghentian Vaksin AstraZeneca CTMAV547, Masyarakat Kian Ragu