Muh. Syakir : Senin, 01 Februari 2021 11:40
Joko Widodo

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo menilai "jam malam" dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak efektif mencegah laju pandemi. Kepala negara meminta kebijakan ini dikaji ulang.

"Butuh formulasi baru karena terbukti apa yang ditempuh sejauh ini tak efektif (PPKM). Harus ada kajian ulang agar Covid bisa ditekan," terang Jokowi.

Menurut Jokowi, PPKM tidak berhasil menekan mobilitas masyarakat. Selama beberapa pekan berlakunya kebijakan ini, tidak ada penurunan mobilitas. Jam malam juga tidak banyak dipatuhi.

Jokowi menyoroti lemahnya pengawasan. Ia menilai pengawasan tidak efektif. Sehingga pembatasan tidak terlihat memberi hasil pada penurunan angka angka Covid-19 di masyarakat.

"Ini masalah konsistensi pengawasan. Pengawasan lemah sehingga terlihat PPKM tak efektif," katanya.

Senada Jokowi, DPR juga mengusulkan agar libur imlek akhir pekan depan ikut dikaji. Karena terbukti libur memberi andil besar dalam mendorong kenaikan kurva Corona.

"Akhir pekan depan ada libur panjang pada saat Imlek. Harus dipikirkan bagaimana agar tidak ada libur panjang. Kan libur terbukti selalu menaikkan angka kasus," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Senin (1/2/2021).

Imlek jatuh pada Jumat 12 Februari 2021. Libur Imlek akan diikuti libur akhir pekan dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 13-14 Februari.

Menurut Dasco, libur 3 hari terbilang panjang. Dan momentum itu akan banyak dimanfaatkan warga untuk weekend yang berakibat menurunnya proteksi protokol kesehatan.