Muh. Syakir : Selasa, 05 November 2024 16:16

TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah membawa perubahan signifikan dalam akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kemudahan akan akses layanan kesehatan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) merupakan salah satu keunggulannya.

Sawi (55) salah satu peserta JKN dari Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.

“Hadirnya Program JKN ini tentu telah membantu saya untuk mendapatkan pengobatan sehingga merasa lebih tenang karena sudah terjamin terutama masalah biaya,” ujarnya.

Kabar kurang mengenakkan belum lama ini ia terima, perempuan yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) didiagnosa terkena strok ringan. Saat berada di kompleks Rumah Sakit Lakipadada Makale dirinya menceritakan kronologi sakit yang diderita.

"Setiap selesai bekerja, tangan saya terasa kram. Awalnya saya pikir hanya kram biasa karena kelelahan, tapi lama-kelamaan rasa kram itu tidak hilang dan mulai membuat saya khawatir,” ungkapnya.

Merasa ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatanya, Sawi memberanikan diri untuk periksa ke Puskesmas Sudu.

"Saya langsung ke Puskesmas untuk memeriksa kondisi saya. Di sana, petugas medis dengan cepat menanggapi keluhan saya dan melakukan pemeriksaan awal, kemudian saya dirujuk ke Rumah Sakit Lakipadada untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” sambungnya.

Siwi yang saat ini terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), ia tidak menyangka pembayaran iuran kesehatan bulanannya yang terpotong dari gaji selama ini akan bermanfaat ketika dibutuhkan. Siwi juga mengaku tidak ada iur biaya tambahan selama menjalani rangkaian pengobatan dari puskesmas hingga rumah sakit.

"Saya sangat bersyukur dengan adanya Program JKN. Semua proses dari puskesmas hingga rumah sakit berjalan lancar dan saya tidak perlu khawatir tentang biaya," paparnya.

Atas diagnosa medis, saat ini Sawi menjalani rawat jalan. Semangat untuk sembuh tak luntur walau harus menempuh jarak yang tak dekat. Rasa syukurnya terucap ketika dirinya menyadari hadirnya Program JKN yang memberikan banyak manfaat untuknya. Pelayanan yang diterima cukup baik dan ditunjang dengan fasilitas faskes yang cukup memadai.

"Program ini benar-benar membantu saya. Tanpa Program JKN, mungkin saya akan kesulitan mendapatkan perawatan yang saya butuhkan terutama dari segi biaya. Saya sangat bersyukur dengan adanya Program JKN, semua proses dari puskesmas hingga rumah sakit berjalan lancar dan yang utama saya tidak perlu khawatir tentang biaya yang mungkin mahal,” jelasnya.

Berkaca dengan pengalamannya, Sawi merekomendasikan Program JKN terutama kepada masyarakat yang saat ini sedang menjalani rangkaian medis. Tidak hanya sekedar hadirkan layanankesehatan berkualitas, JKN memungkinkan pesertanya terlindungi secara finansial.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian dan dukungan bagi masyarakat seperti saya. Saya berharap orang-orang yang belum memiliki JKN dapat segera mendaftarkan diri. Program ini memberikan banyak manfaat dan kemudahan, terutama dalam situasi darurat,” paparnya.

Siwi berharap program ini akan terus ada dan dapat hadir dalam menjawab kegelisahan masyarakat akan layanan kesehatan yang komprehensif. Keberhasilan JKN tidak terlepas dari kerja sama yang baik terutama dari sisi peserta.

Menurut Sawi, iuran yang terbayar tidak akan sia-sia. Mungkin saat ini sedang dalam kondisi sehat namun tak menjamin suatu saat akan sakit.

“Program JKN sudah cukup baik dan semoga saja terus ditingkatkan. Kepada masyarakat juga harus bahu-membahu dan atas kesadaranya mau melaksanakan kewajiban dalam membayar iuran rutin setiap bulannya sebelum menuntut hak mereka. Program JKN harus tetap ada agar masyarakat berkesempatan sama untuk dapat pengobatan,” tutupnya.