Muh. Syakir : Selasa, 12 November 2024 17:24

TATOR, PEDOMANMEDIA - BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berupaya untuk memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia, dengan memberikan jaminan pengobatan sampai dengan penyakit kronis berdasarkan indikasi medis dan diatur dalam ketentuan berlaku.

Manfaat tersebut dirasakan oileh Anton (67) peserta JKN asal Kecamatan Sarape, Kabupaten Tana Toraja yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja (23/07), ia berkesempatan menceritakan pengalaman berobatnya.

"Sudah lama saya menderita penyakit diabetes. Ketika sakit saya ini kambuh, pasti asam lambung saya akan naik lagi. Saya akan merasa lelah dan penglihatan saya menjadi kabur. Kalau sudah seperti itu, keluarga langsung membawa saya ke rumah sakit," ungkapnya.

Pria yang berprofesi sebagai petani tersebut menjelaskan tak hanya diabetes melitus yang menyerang tubuhnya. Beberapa penyakit lain juga pernah membuatnya terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Dulu juga saya terkadang mengalami sesak di bagian dada saya sehingga membuat saya kesulitan untuk bernapas. Bahkan saya merasa sekeliling saya terasa berputar membuat saya pusing dan tidak fokus seperti orang linglung. Dokter menyebutkan bahwa saya mengalami vertigo. Karena itulah saya harus dirawat inap di Rumah Sakit Sinar Kasih selama tiga hari, dan saat ini sedang menjalani rawat jalan," ujarnya.

Namun bebannya terasa berkurang dengan hadirnya jaminan dari Program JKN, Anton mengaku sangat terbantu dalam hal finansial. Saat ini dirinya tidak terlalu memikirkan beban biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan. Ia merasa beruntung menjadi penerima manfaat dari Program JKN dengan fasilitas serta layanan kesehatan yang diakuinya selama ini diterima cukup baik.

"Sekarang saya sudah merasa baikan meski harus tetap mengonsumsi obat secara teratur dan kontrol di rumah sakit. Saya sangat bersyukur karena adanya Program JKN ini. Sejak saya ikut program ini, saya tidak perlu khawatir lagi dengan biaya rumah sakit. Setiap kali saya harus dirawat, baik untuk penyakit diabetes, vertigo, maupun masalah sesak dada, semua biaya perawatan ditanggung oleh JKN. Ini sangat membantu saya dan keluarga saya, kami bisa langsung fokus pada proses perawatan dan pemulihan tanpa harus memikirkan lagi soal biaya yang harus dikeluarkan," paparnya.

Anton tetap bersyukur atas semua yang dialaminya dan menjadi titik balik untuk hidup yang lebih sehat. Tak lupa ia berterima kasih kepada pemerintah atas uluran tangan yang didapat. Program JKN menjadi pilihan yang tepat untuk perlindungan kesehatan yang komprehensif tanpa adanya diskriminasi dalam hal layanan.

"JKN telah menjadi penyelamat bagi saya. Saya bisa mendapatkan obat-obatan yang saya butuhkan, melakukan pemeriksaan rutin, dan mendapatkan perawatan darurat kapan saja saya membutuhkannya. Ini semua berkat JKN," jelasnya.

Harapan baik untuk keberlangsungan program ini terucap langsung. Program JKN menurutnya menjadi harapan utama bagi sebagian besar masyarakat yang sedang berjuang untuk mendapatkan kesehatan. 

“Semakin banyak masyarakat yang aktif untuk membayar iuran semakin banyak pula masyarakat yang tertolong. Ketika sakit orang sehat yang menolong dan begitu sebaliknya. Tanpa Program JKN, saya tidak tahu bagaimana cara kami bisa mengatasi semua biaya perawatan ini. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini, saya berharap program ini bisa terus ada dan semakin baik dalam melayani masyarakat. Semoga semua orang yang membutuhkan bisa merasakan manfaat yang sama seperti yang saya rasakan,” tutupnya.