MAROS, PEDOMANMEDIA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membantah keterlibatan dalam penyebaran paket sembako yang disertai brosur ajakan memilih kotak kosong pada Pilkada 2024. Bantahan ini menegaskan bahwa program bantuan semacam itu tidak ada dalam agenda resmi Pemkab.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, menyatakan secara tegas bahwa pemerintah tidak sedang menyalurkan bantuan berupa sembako.
“Saat ini tidak ada program pembagian sembako dari Pemkab Maros,” jelasnya.
Paket sembako yang viral di media sosial ini memicu spekulasi karena menggunakan kantong berlogo “Maros Go Green”, lengkap dengan logo resmi Pemkab. Paket tersebut berisi bahan pangan seperti terigu, minyak goreng, mi instan, serta brosur berisi pesan memilih kotak kosong.
Kepala Bagian Protokol, Komunikasi, dan Pimpinan Kabupaten Maros, Yusriadi Arif, mendukung pernyataan Sekda.
Menurutnya, kantong yang digunakan kemungkinan adalah barang bekas yang dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membungkus sembako tersebut.
“Pemkab Maros tidak ada program seperti itu. Bisa saja kantong berlogo Pemkab ini merupakan sisa dari kegiatan sebelumnya dan digunakan ulang oleh pihak tertentu,” ujarnya.
Yusriadi juga menambahkan bahwa Pemkab saat ini fokus menggalakkan program go green, sehingga penggunaan kantong tersebut tidak relevan dengan kebijakan bantuan sosial.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maros kini tengah menyelidiki kasus ini. Viral di media sosial, video paket sembako ini mengindikasikan adanya upaya terselubung untuk memanfaatkan simbol Pemkab dalam kampanye Pilkada.
“Bawaslu sedang mendalami temuan ini untuk memastikan apakah ada pelanggaran atau penyalahgunaan simbol pemerintah,” ujar salah satu sumber Bawaslu.
Kasus ini diprediksi dapat mempengaruhi dinamika Pilkada 2024 di Maros. Kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah mungkin sedikit terganggu akibat insiden ini.
Namun, jika investigasi Bawaslu membuktikan bahwa Pemkab tidak terlibat, dampaknya kemungkinan akan mereda.
Skenario “kotak kosong” yang menjadi fokus isu di Pilkada Maros menunjukkan peluang menarik. Jika kepercayaan publik pada pasangan calon terganggu, pilihan terhadap kotak kosong berpotensi meningkat.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pemkab Maros Raih WTP ke-16, Chaidir Syam: Hasil Kerja Bersama
-
Bupati Chaidir Syam: Gaji ke-13 ASN Dibayarkan Besok
-
Bupati Chaidir Syam Resmikan Jalan Salomatti-Wanuawaru Maros, Telan Rp14,9 M
-
Pesan Bupati Chaidir Syam di Hari Idul Adha: Jaga Solidaritas Sosial
-
Pemkab Maros Salurkan 857 Kilogram Daging Kurban