Rabu, 11 Desember 2024 17:22

Margaretha Dapat Layanan Optimal dalam Pengobatan Vertigo: Terima Kasih JKN

Margaretha (53)
Margaretha (53)

Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh tim medis di RSUD Lakipadada.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan eksistensinya dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Dengan prinsip gotong royong, program ini terus menjadi andalan bagi warga Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa harus khawatir dengan biaya.

Termasuk bagi Margaretha (53), seorang warga asal Rembon yang baru saja menjalani perawatan dan kontrol lanjutan untuk vertigo di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada.

Vertigo merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan seseorang merasakan pusing dengan sensasi berputar yang sering muncul secara tiba-tiba sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala seperti hilangnya keseimbangan, mual hingga muntah dapat menyulitkan penderitanya untuk bergerak bahkan hanya untuk membuka mata.

Baca Juga

Margaretha yang juga berprofesi sebagai guru telah terdaftar peserta JKN segmen Pegawai Penerima Upah Pegawai Negeri (PPU-PN), ia berkesempatan menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mengalami serangan vertigo beberapa bulan lalu.

Bahkan akhir bulan Oktober, ia sempat menjalani rawat inap di rumah sakit karena vertigo yang dideritanya. Kejadian tersebut bermula ketika sedang bersiap-siap untuk berangkat ke gereja.

"Pada Minggu pagi, saya berniat untuk berangkat ke gereja. Tapi entah mengapa tiba-tiba saja saya merasa sangat pusing bahkan untuk membuka mata saja sangat berat. Saya merasa sekeliling saya berputar-putar yang membuat saya mual. Awalnya saya mengira terkena muntaber, tapi setelah dibawa periksa di Puskesmas Rembon ternyata saya mengidap vertigo dan sesuai indikasi medis saya pun dirujuk ke RSUD Lakipadada," ungkap Margaretha pada Tim Jamkesnews, Senin (04/11).

Margaretha sempat menjalani rawat inap selama empat hari di rumah sakit tersebut pada akhir Oktober. Dimana saat itu ia harus dirawat intensif karena terus merasa pusing, tidak bisa makan, dan muntah-muntah. Setelah beberapa hari menjalani perawatan dan kondisi semakin membaik iapun dapat keluar dari rumah sakit, dan saat ini ia rutin menjalani kontrol untuk memastikan kondisinya tetap stabil.

Margaretha mengaku sangat bersyukur karena seluruh biaya perawatan dan pengobatannya ditanggung oleh Program JKN.

"Saya tidak perlu memikirkan biaya besar, mulai dari rawat inap hingga obat-obatan semua ditanggung oleh Program JKN, tentu sangat meringankan beban saya dan keluarga, bahkan saat akses layanan di puskesmas dan rumah sakit cukup menunjukan KTP dan Aplikasi Mobile JKN," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh tim medis di RSUD Lakipadada. Pelayanannya sangat baik, dokter dan perawatnya ramah, yang benar-benar memperhatikan kondisinya saat itu dan tentunya kolaborasi fasilitas kesehatan dengan BPJS Kesehatan, sehingga memberikan layanan kesehatan secara maksimal kepada peserta JKN.

Margaretha mengungkapkan bahwa manfaat Program JKN dirasakan tidak hanya oleh dirinya, tetapi juga oleh banyak masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata gotong royong dalam membantu sesama, terutama di saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Tentunya manfaat Program JKN ini tidak hanya dirasakan oleh saya saja, tetapi juga oleh banyak masyarakat di sekitar saya. Program ini menjadi bukti nyata dari prinsip gotong royong bahwa kita bersama saling membantu di saat ada yang membutuhkan layanan kesehatan. Dengan adanya Program JKN. Siapa saja bisa mendapatkan pengobatan tanpa khawatir soal biaya,” tambahnya.

Kini, Margaretha lebih memperhatikan kesehatannya. Ia dianjurkan untuk menghindari faktor pemicu vertigo, seperti stres, kurang tidur, dan makanan tertentu. Selain itu, ia tetap mengikuti jadwal kontrol secara rutin untuk memantau perkembangannya.

"Program JKN benar-benar membantu aya. Kalau tidak ada JKN, mungkin saya akan kesulitan mendapatkan pengobatan seperti ini. Semoga program ini terus berjalan dan semakain yang terbantu. Harapan saya, masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki JKN. Jangan tunggu sakit dulu baru daftar, karena kita tidak tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan," pungkasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Program JKN #BPJS Kesehatan
Berikan Komentar Anda